Minggu, 25 Oktober 2009

PAI. Hubungan Islam, Nasrani dan Yahudi

HUBUNGAN AGAMA ISLAM, NASRANI, DAN YAHUDI

 Pengertian Agama
 Segi etimologis
“Agama” berasal dari bahasa Sansekerta, a = tidak, dan gama = kacau. Jadi, agama = tidak kacau.
“Agama” dalam bahasa Inggris adalah religion yang berasal dari bahasa Latin “religere”, yang berarti melakukan perbuatan dengan penuh penderitaan atau mati-matian. Atau “religare” yang berarti mengikat menjadi satu.
“Agama” dalam bahasa Arab adalah din dan millah. Din berasal dari kata dana yang berarti cara, adapt istiadat, peraturan, undang-undang, menunggalkan tuhan, pembalasan, nasehat, dan agama. Din bersinonim dengan kata millah.
 Segi terminologis
Agama adalah hubungan manusia dengan suatu kekuatan suci yang dianggapnya lebih tinggi untuk dipuja, dimohon pertolongan dalam mengatasi kesulitan hidupnya. (Endang Saefuddin Anshary)
Agama adalah ajaran-ajaran yang diwujudkan Tuhan kepada manusia melalui para rasul-Nya. (Harun Nasution)
Agama adalah suatu peraturan Tuhan yang mendorong jiwa seseorang yang mempunyai akal memegang peraturan dengan kehendaknya sendiri, untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan kebahagiaan di akherat kelak. (Taib Tahir Abdul Muin)

 Hubungan Islam, Nasrani, dan Yahudi
Di dunia ini agama dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu :
 Agama samawiyah (agama langit atau agama wahyu)
Disebut juga agama tauhid, tauhid = ajaran yang mengakui Allah SWT sebagai Tuhan Yang Maha Esa dengan hukum dasar yang bersumber pada wahyu Allah.Agama samawiyah merupakan agama pertama yang dibawa oleh Nabi Adam as sampai dengan Nabi Muhammad SAW. Agama samawiyah pada prinsipnya adalah Islam, terbukti dalam Al-Quran bahwa nabi/rasul sebelum Nabi Muhammad SAW disebut dengan “Muslim”. Hanya saja sebelum Nabi Muhammad SAW, nama Islam tidak dipopulerkan , karena ruang lingkupnya masih terlalu terbatas, yakni untuk satu golongan.
Nama Agama, selain diambil langsung dari nama Nabi/Rasul yang membawanya, seperti agama Nabi Nuh, agama Nabi Shaleh, dan Agama Nabi Hud, juga diambil dari nama kaum di mana Nabi/Rasul tersebut diutus. Misalnya agama Yahudi berasal dari nama keturunan Nabi Ya’cub yang disebut Yahudi dengan Nabi/Rasul-nya adalah Musa as, Harun as, dan Daud as. Ada juga yang diambil dari nama tempat kelahiran nabi itu sendiri, seperti agama Nasrani yang berasal dari Nazerat yaitu tempat kelahiran Nabi Isa. Agama Nasrani disebut juga Kristen, istilah ini berasal dari Bani Israel yang menyebut Nabi Isa as dengan Yesus Kritus. Agama Nasrani dengan Kitab Injil yang diterima oleh Nabi Isa as merupakan salah satu agama samawiyah yang datangnya dari Allah SWT. Hanya saja telah datang Islam dengan Al-Quran sebagai penyempurna agama-agama sebelumnya.

 Agama ardhiyah (agama bumi atau agama budaya)
Disebut agama ardhiyah karena semua konsep ajarannya dari cipta, rasa, karsa manusia. Oleh karena itu, walaupun nama agamanya sama tetapi ada yang berbeda dalam pelaksaan ritualnya, hal ini karena disesuaikan dengan budaya setempat. Agama ini tidak memiliki Nabi/Rasul dan juga Kitab suci yang murni. Kitab sucinya hanyalah rumusan dari para pemimpin atau pendiri agama, kitab itu akan senantiasa berubah dari waktu ke waktu menyesuaikan perkembangan budaya.

 Kesimpulan
 Ada dua macam agama, yaitu agama samawiyah dan agama ardhiyah.
 Islam, Nasrani, dan Yahudi pada mulanya adalah berprinsip pada Islam, namun mengalami perubahan pada perkembangannya, sehingga menjadi agama yang berbeda-beda.



Cuplikan artikel di internet:

Dalam Al-Quran Surah Al-Baqarah (2) Ayat 62 :

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman (Mukmin), dan orang-orang Yahudi, dan orang-orang Nasrani, dan orang-orang Shabi'in, siapa saja (di antara mereka) yang (benar-benar) beriman kepada Allah dan hari kemudian/akhirat, dan beramal saleh (berbuat kebajikan), maka bagi mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka. Dan Tidak ada takut atas mereka dan tidaklah mereka bersedih hati".

Mengenai tafsir ayat tersebut, ada beberapa kelompok pendapat, yaitu :
• Pendapat ke 1
Dengan landasan berfikir bahwa Allah Maha Mengetahui, Maha Kuasa, Maha Adil, dsb. Maka pendapat ke 1 ini menyerahkan sepenuhnya hal itu kepada Allah. Dengan kata lain, menerima dan percaya apa adanya terhadap ayat tsb.

• Pendapat ke 2
Ungkapan "beriman kepada Allah dan hari akhirat", dipahami sebagai "beriman kepada seluruh rukun iman", yang otomatis juga beriman kepada Nabi Muhammad saw. Sehingga ayat tersebut hanya berlaku bagi yang beriman kepada seluruh rukun iman.

• Pendapat ke 3
Ayat itu berlaku untuk orang2 Yahudi, Nasrani, dan Shabi'in, yang kemudian masuk Islam. Maka pahala mereka sebelum masuk Islam tetap dihitung.

• Pendapat ke 4
Ayat itu hanya berlaku untuk orang2 Yahudi, Nasrani, dan Shabi'in, sebelum diturunkannya Al-Quran.

(sumber : http://sekolah.ptkpt.net )


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Kula aturi absen rumiyin...