Tampilkan postingan dengan label pencarian motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pencarian motivasi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Juli 2009

Ga' sekedar ngomong (part4)

Fokusss...!!


Kita tidak akan membahas tentang salah satu acara berita di tipi. Tapi yang akan kita bahas adalah bagaimana cara untuk memfokuskan pikiran kita pada suatu hal, sehingga kita dapat meraih tujuan kita. Yaps… Seringkali kita mandheg saat mengerjakan sesuatu. Hanya karena kita tidak bisa fokus pada suatu hal. Kalo di hitung-hitung, buanyak banget ide-ide brilian, gagasan jitu, rencana menarik, atau sekedar keinginan kecil dalam benak kita, namun kita belum mampu mewujudkannya ke dalam suatu realita.


Nah, berangkat dari masalah itu, di sini dituliskan steps untuk bisa “fokus”.


Kaping setunggal,

Identifikasikan hal-hal apa saja yang rasanya harus dilakukan. Tuliskan saja apa-apa yang kita rasakan harus dilakukan. Fokus dulu ke perasaan kita. Karena perasaanlah yang merasa terbebani. Tuliskan saja.


Kaping Kalih,

Sama halnya dengan langkah pertama, tetapi kita mulai menggunakan pikiran dan arsip. Jadi tidak hanya mengandalkan perasaan saja. Sekarang tanyakan, apa saja yang harus saya lakukan. Periksa arsip kita, memo, email, surat, atau catatan ide kita, termasuk apa yang kita ingat.

Lakukan langkah pertama dan kedua ini sampai habis. Semua hal yang harus dilakukan sudah pindah ke dalam kertas. Kedua langkah ini akan mengurangi beban pikiran kita, sebab semuanya sudah pindah ke dalam kertas.


Kaping tiga,

mengambil keputusan. Bacalah semua hal yang harus kita lakukan tadi. Putuskan:

  • Mana yang harus kita lakukan sekarang juga. Biasanya pekerjaan yang sebentar yaitu kurang dari dua menit.
  • Mana pekerjaan yang harus dilakukan segera. Penting tapi waktunya cukup lama.
  • Mana pekerjaan yang ditunda atau dijadwalkan.
  • Mana pekerjaan yang bisa kita hapus atau dibatalkan. Usahakan kita membatalkan pekerjaan sebanyak mungkin.
  • Tandai juga hal-hal yang ternyata bukan pekerjaan atau tugas. Biasanya hanya sebagai referensi.


Saat memeriksa dan mengambil keputusan, selalu bertanya, apakah pekerjaan ini memberikan dampak yang besar bagi saya? Mana yang paling memberikan manfaat? Apa jadinya jika pekerjaan ini dibatalkan? Kapan waktu yang tepat mengerjakannya?


Bingung?? Anda bingung dalam mengambil keputusan? Don’t worry! Saat bingung, berhentilah dulu. Kemudian tenangkan diri Anda, bisa dengan shalat dulu, membaca al Quran, dzikir, bermain, dan hal-hal lain yang membuat kita rileks. Biarkan pikiran bawah sadar kita yang bekerja. Setelah itu coba lihat lagi daftar pekerjaan kita. Analisa kembali sampai kita mampu memutuskan.


Mungkin masih bingung. Jika bingung, gunakan feeling. Jika kita sudah memiliki visi dan visi itu menjadi bagian hidup kita, maka feeling kita akan mengarahkan hidup kita ke arah yang sesuai dengan visi kita. Jika ragu terhadap suatu pekerjaan, masukan saja ke dalam kategori “ditunda”.


Pisah-pisahkan pekerjaan yang harus dilakukan sekarang, segera, terjadwal, ditunda. Fokuslah pada pekerjaan sekarang. Ambil tindakan cepat untuk menyelesaikannya. Lupakan pekerjaan lain. Kita tidak perlu khawatir dengan pekerjaan lain sebab sudah kita simpan pada sebuah sistem “di luar” kepala kita.

Review kembali daftar ini setidaknya seminggu sekali karena pasti banyak mengalami perubahan. Ambil lagi keputusan, mana yang akan menjadi fokus. Lakukan terus menerus.


Dari berbagai sumber

Ga' sekedar ngomong (part3)

MOTIVATOR terDASYAAATT

Wow..hebat banget dia. Subhanallah….

Seringkali kita bergumam, berdecak kagum pada keberhasilan seseorang. Entah itu teman, sahabat, tetangga, kakak, adik, saudara, sepupu, keponakan, kemenakan, orang tua, pakdhe, budhe, paklik, bulik, simbah kakung, simbah putri, simbah buyut, …. (emm ada yang belum absen?? ). Ssstt… kembali ke topik utama. Taukah kita apa yang menjadikan mereka mampu meraih keberhasilan itu? Taukah?? Taukah? Tau nggak?? Tau? Tau?? Tau?

Pasti tau dong.. Dari judulnya aja udah bisa ditebak.

Siiip siiiiiip siiiiiiipppp (dibaca dengan gaya ‘fitri tropica’), jawabannya adalah… eng ing eng eeeeng… (baca aja judulnya).
Oke. Kembali ke topik utama. Motivator. Motivator adalah sesuatu yang memberikan / menjadikan segumpal motivasi seseorang untuk melakukan sesuatu. Motivasi adalah dorongan dalam jiwa kita untuk tetap bergerak, bertindak, atau melakukan sesuatu. Kita harus ingat apa motivasi kita untuk melakukan hal tersebut, tanpa itu kita tidak akan bergerak. Semakin besar motivator tersebut akan semakin kuat kita bekerja. Bukan untuk kita sendiri, tetapi untuk semua orang yang berhubungan dengan kita. Jadi, ambil pulpen dan kertas. Catat apa aja keinginan kita + motivator untuk masing-masing keinginan. Prioritaskan mulai dari yang terpenting sampai yang sedikit tidak lebih penting. Hafalkan. Dan mulailah merenung. Bagaimana cara yang harus kita tempuh untuk meraihnya. (waaalaaahhh…. Ribet banget sih… Kaya’ mau belanja di pasar aja.).
Sssttt… ternyata mereka punya satu syarat dalam pencapaian keberhasilannya itu. What’s that???? Syaratnya = harus ada kemauan keras untuk mempertahankan rencana yang telah tersusun rapi, pantang menyerah dalam merealisasikan rencana itu dan mencapai tujuan utama dari rencana itu. Dan, salah satu cara untuk mempertahankan rencana itu adalah dengan motivasi yang stagnan. Kembali ke topik utama kita, motivator sangat berperan dalam menstabilkan motivasi kita.

Logikanya, semakin besar suatu motivator, akan semakin kuat kita bekerja atau mencapai tujuan kita. Yaps.. Akhirnya kita sampai pada inti pembahasan kita. Apa motivator terdasyat itu? Motivator terdasyat adalah CINTA. So, jika kita ingin menjadi orang yang bahagia, dinamis, enerjik, kita harus hidup dengan cinta. Dengan rasa cinta itu lah kita menjadi manusia super, kuat, tegar, pantang menyerah. (cliiiing… berubah menjadi gadis dewasa yang sok imut yang sedang mendongeng untuk anak-anak karang taruna)

Tuladha :
Seorang bapak bekerja keras siang malam, demi anak dan istri yang dicintainya. Semakin kuat cintanya akan semakin besar pula motivasi yang mendorongnya. Jika cintanya terhadap anak istri melemah mungkin akan menyebabkan semangatnya melemah juga. Jika ada yang tidak melemah, besar kemungkinan masih ada yang dicintainya, setidaknya diri sendiri.
Lihatlah bapak dan ibu kita, mereka begitu tulus membesarkan kita. Tak peduli dengan rasa lelah letih yang bertamu di pundaknya. Itu semua demi kita. Kita menjadi motivator mereka untuk terus bekerja keras. Dan hasil dari kerja keras itu pun untuk kita. Sudahkah kita mengucap sepatah kata terimakasih? Sepantasnya kita mencintai mereka sama bahkan lebih besar dari cinta mereka kepada kita. Dengan begitu kita dan mereka akan saling memberikan motivasi. Semakin besar cinta kita, semakin kuat tekat kita untuk mengukir senyuman di hati mereka, dan semakin besar peluang kita untuk meraih keberhasilan. Nah, masih inget kana pa kata pak guru agama islam?? “Ridho Allah tergantung dari ridho orang tua”.


Cinta???
Ya ampyuunn..
What’is love? (campur-campur bahasa inggris nggak pa pa kan? Sekalian belajar bahasa inggris. Kalo ada yang salah mohon koreksinya. Nuwun)
Membahas tentang cinta, dalam Al-Qur’an dijelaskan :

..... Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah... [2.165]

The biggest love dan cinta hakiki bagi orang yang beriman ialah cinta kepada Allah. Sehingga cinta kepada Allah-lah yang seharusnya menjadi motivator terdasyat.
Cinta kepada Allah, pada intinya ialah taqwa, melaksanakan ajaran-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Semua yang kita lakukan hanya untuk Allah. Mencintai orang tua, istri/suami dan anak harus karena Allah. Semua cinta Anda harus karena Allah dan dalam rangka mencintai Allah. Just because of Allah. Mencintai sesama muslim adalah salah satu ciri orang beriman, sementara pada ayat di atas disebutkan orang yang beriman sangat mencintai Allah. (ciiiee ciee.. malah khotbah nih.)
The conclusion :
Sebagai muslim / muslimah kita mempunyai dua modal besar untuk meraih keberhasilan. Pertama: kemampuan kita untuk berhasil, kedua: motivasi dasyat dan tak terbatas. Tak ada lagi alasan untuk kita ragu dalam meraih keberhasilan. Meskipun gagal, jika motivasi kita adalah cinta kepada Allah, insya Allah keberhasilan yang lebih besar sudah menanti kita, kesuksesan di hari akhir. Raihlah keberhasilan kita mulai hari ini juga, it’s the best time. Fokuskan pikiran kita. Mungkin ada pertanyaan, “ Bagaimana cara untuk memfokuskan pikiran kita?............”
(to be continued)
Source : www.motivasi-islami.com , dengan perubahan.

Jumat, 03 Juli 2009

Ga' sekedar ngomong (part2)

(semoga)

Setelah sibuk googling tentang motivasi belajar, akhirnya aku nemuin artikel yang menurutku menarik.
Ini diya artikelnya….
(atas ijin penulis, sama sekali ga’ ada perubahan dalam penulisan ini, masih sama seperti aslinya)
Jreeeeeeng…..
Motivasi Belajar
Oleh: AsianBrain.com Content Team
Motivasi belajar setiap orang, satu dengan yang lainnya, bisa jadi tidak sama. Biasanya, hal itu bergantung dari apa yang diinginkan orang yang bersangkutan. Misalnya, seorang anak mau belajar dan mengejar rangking pertama karena diiming-imingi akan dibelikan sepeda oleh orangtuanya.

Contoh lainnya, seorang mahasiswa mempunyai motivasi belajar yang tinggi agar lulus dengan predikat cum laude. Setelah itu, dia bertujuan untuk mendapatkan pekerjaan yang hebat dengan tujuan membahagiakan orangtuanya.
Apa saja, sih, faktor-faktor yang membedakan motivasi belajar seseorang dengan yang lainnya?
Beberapa faktor di bawah ini sedikit banyak memberikan penjelasan mengapa terjadi perbedaaan motivasi belajar pada diri masing-masing orang, di antaranya:
•Perbedaan fisiologis (physiological needs), seperti rasa lapar, haus, dan hasrat seksual
•Perbedaan rasa aman (safety needs), baik secara mental, fisik, dan intelektual
•Perbedaan kasih sayang atau afeksi (love needs) yang diterimanya
•Perbedaan harga diri (self esteem needs). Contohnya prestise memiliki mobil atau rumah mewah, jabatan, dan lain-lain.
•Perbedaan aktualisasi diri (self actualization), tersedianya kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkan potensi yang terdapat dalam dirinya sehingga berubah menjadi kemampuan nyata.

Stimulus motivasi belajar
Terdapat 2 faktor yang membuat seseorang dapat termotivasi untuk belajar, yaitu:
•Pertama, motivasi belajar berasal dari faktor internal. Motivasi ini terbentuk karena kesadaran diri atas pemahaman betapa pentingnya belajar untuk mengembangkan dirinya dan bekal untuk menjalani kehidupan.
•Kedua, motivasi belajar dari faktor eksternal, yaitu dapat berupa rangsangan dari orang lain, atau lingkungan sekitarnya yang dapat memengaruhi psikologis orang yang bersangkutan.

Tips-tips meningkatkan motivasi belajar
Motivasi belajar tidak akan terbentuk apabila orang tersebut tidak mempunyai keinginan, cita-cita, atau menyadari manfaat belajar bagi dirinya. Oleh karena itu, dibutuhkan pengkondisian tertentu, agar diri kita atau siapa pun juga yang menginginkan semangat untuk belajar dapat termotivasi.

Yuk, ikuti tips-tips berikut untuk meningkatkan motivasi belajar kita:
•Bergaullah dengan orang-orang yang senang belajar
Bergaul dengan orang-orang yang senang belajar dan berprestasi, akan membuat kita pun gemar belajar. Selain itu, coba cari orang atau komunitas yang mempunyai kebiasaan baik dalam belajar.

Bertanyalah tentang pengalaman di berbagai tempat kepada orang-orang yang pernah atau sedang melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi, orang-orang yang mendapat beasiwa belajar di luar negeri, atau orang-orang yang mendapat penghargaan atas sebuah presrasi.

Kebiasaan dan semangat mereka akan menular kepada kita. Seperti halnya analogi orang yang berteman dengan tukang pandai besi atau penjual minyak wangi. Jika kita bergaul dengan tukang pandai besi, maka kita pun turut terciprat bau bakaran besi, dan jika bergaul dengan penjual minyak wangi, kita pun akan terciprat harumnya minyak wangi.
•Belajar apapun
Pengertian belajar di sini dipahami secara luas, baik formal maupun nonformal. Kita bisa belajar tentang berbagai keterampilan seperti merakit komputer, belajar menulis, membuat film, berlajar berwirausaha, dan lain lain-lainnya.
•Belajar dari internet
Kita bisa memanfaatkan internet untuk bergabung dengan kumpulan orang-orang yang senang belajar. Salah satu milis dapat menjadi ajang kita bertukar pendapat, pikiran, dan memotivasi diri. Sebagai contoh, jika ingin termotivasi untuk belajar bahasa Inggris, kita bisa masuk ke milis Free-English-Course@yahoogroups.com.
•Bergaulah dengan orang-orang yang optimis dan selalu berpikiran positif
Di dunia ini, ada orang yang selalu terlihat optimis meski masalah merudung. Kita akan tertular semangat, gairah, dan rasa optimis jika sering bersosialisasi dengan orang-orang atau berada dalam komunitas seperti itu, dan sebaliknya.
•Cari motivator
Kadangkala, seseorang butuh orang lain sebagai pemacu atau mentor dalam menjalani hidup. Misalnya: teman, pacar, ataupun pasangan hidup. Anda pun bisa melakukan hal serupa dengan mencari seseorang/komunitas yang dapat membantu mengarahakan atau memotivasi Anda belajar dan meraih prestasi.

"Resep sukses: Belajar ketika orang lain tidur, bekerja ketika orang lain bermalasan, dan bermimpi ketika orang lain berharap." --William A. Ward

Tentang Penulis: AsianBrain.com Content Team. Asian Brain adalah pusat pendidikan Internet Marketing PERTAMA & TERBAIK di Indonesia. Didirikan oleh Anne Ahira yang kini menjadi ICON Internet Marketing Indonesia. Kunjungi situsnya: www.AsianBrain.com

Siapa motivator terdasyat???
(to be continued)

Senin, 22 Juni 2009

Ga' sekedar ngomong (part1)

(semoga)
…..
Bangun jam 05.30, menuju kamar mandi, pipis. Balik ke kamar, betulin selimut, merem. Bapak datang, ketok-ketok pintu kamar. Terbangun, senyum. Bapak menuju teras. Tidur lagi, badan dibungkus selimut. Beberapa menit kemudian, Ibu datang, tepuk-tepuk badanku, terbangun. Ibu kembali ke dapur. Aku lipat selimut, tiduran bentar, tertidur. Jam 06.00 Bapak datang, serasa gempa bumi pintu kamar digebrak-gebrak. Melek. Secepat kilat beresin kamar (takut kena omelan bapak lagi). Melesat menuju keran di halaman tengah, wudhu, sholat subuh. Momong adek bayi. Nganterin adek ke sekolah. Maem sambil nonton tipi, sambil smsan, sambil baca-baca soal (ga’ nyantel). Momong adek bayi, sambil lipat-lipat baju. Jemput adek. Bobok. Dhuhur. Menjelang sore, mandi (cukup satu kali sehari). Momong adek bayi sambil nonton tipi. Maghrib. Sibuk di depan gatged, bikin artikel ga’ penting ato edit foto ato ngGame.
…..


…..
Byar… Lampu tiba-tiba nyala, Bapak yang nyalain. Aku ngilir, masih jam 04.00. Lampu mati lagi. Brek. Bobok lagi dah. Klothak-klothek… Adikku mukul-mukul piring pake sendok di deket kupingku. Ya, dia anak TK, jam 6pagi udah siap sarapan. Terpaksa aku bangun, berduyun sempoyongan menuju kamar mandi. Liburan gini bikin males bangun pagi. Sholat subuh. Sarapan. Nganterin Aadek sekolah. Cuci baju. Nonton tipi sambil momong adek bayi. Jemput adek di sekolah. Nonton tipi lagi sampil otak atik di depan gatged, ngeGame. Ketiduran. Lupa sholat dhuhur. Bangun. Momong adek bayi. Mandi. Sholat ashar. Maem. Nonton tipi. Maghrib. Otak atik di depan gatged sambil smsan, sesekali buka kumpulan soal SPMB, corat coret. Ketiduran.
…..


Itu sejimpit cerita sehari hari, di saat liburan sekolah. Penuh dengan kemalasan. Ga’ ada semangat untuk menatap hari yang cerah. Entah, cerita seperti itu banyak dijumpai dikalangan remaja saat ini. Rasanya, untuk mengerjakan sesuatu yang serius dan bermanfaat itu berat. Bahkan untuk belajar. Apalagi banyak godaan di sana sini. Hari-hari dilalui dengan sia-sia. Seakan sama sekali ga’ ada motivasi untuk menjadi AKU yang lebih baik dari hari kemarin.

Bicara mengenai motivasi, akan kita ulas sekelumit mengenai motivasi yang menghantarkan kita ke pintu gerbang kesuksesan. Semoga.

Aku menulis ini bukan karena ingin menggurui teman-teman, tapi mari kita belajar bersama-sama untuk meningkatkan motivasi kita. Karena akhir-akhir ini aku sering diserang penyakit “malas”. Rasanya setumpuk beban memberati punggungku (lebai . mode:on). Padahal di depan san amasih banyak hal-hal yang perlu dirapikan. Salah satunya, belajar. Selesai ujian bukan berarti melupakan pelajaran. Malahan aku masih punya tugas mencari bangku kuliah. Ya. Dengan menbaca artikel-artikel tentang motivasi belajar dan menulis sekelumit ulasan tentang itu, aku berharap ini bisa menjadi media pembelajaranku yang baru. Menstimulus otakku untuk mengingat, bahkan (kalau bisa) melakukan apa yang pernah aku baca dan aku tulis (jadi aku menyuruh diriku sendiri untuk “ga’sekedar ngomong”) untuk proses kedewasaanku (maklum, aku masih kekanak-kanakkan banged).
Semoga. Amin.

Kenapa harus ada motivasi belajar?????
(to be continued)