Sekelumit tentangku,
Aku adalah aku. (iaaa iaalaaahhh…!)
Aku adalah seorang perempuan, anak kedua dari pasangan bapak N******n dan Ibu M*****i. Aku lahir di rumah sakit dengan cara vacum (dicomot githu deh… Alhasil kepalaku jadi ‘peang penjol’ gini) pada tanggal yang sangat bersejarah bagi Indonesia, tepat pada Hari Palang Merah Indonesia (kapan? Cari sendiri jawabannya). Yaa… bermodalkan tanggal lahir itu aku berharap aku bisa bekerja di bidang kesehatan (????!!). Setelah merasakan comotan dokter, akhirnya aku juga harus merasakan jarum suntik di kedua tangan dan kakiku. Dokter bilang itu namanya INFUS, ya infus. Atas ijin Allah aku masih bisa bernafas ampe detik ini. Ya, bapak pernah bilang ke aku kalo dulu pas aku lahir menurut dokter ada kemungkinan aku bakalan ‘go to akhirat’. Dan ampe sekarang aku belum pernah menanyakan ke ortuku apa penyebabnya. (heehe...)
Lepas dari masa balita, ibuku mempercayakan TK-A*******h sebagai tempat bermainku. SD M*******n menjadi wahana pelarianku dari TK itu. Bosan dengan acara antar-jemput, aku memutuskan untuk memasuki gerbang SMP * ****s. Kurang lebih 2 kilometer dari rumahku. Setaun kulalui bersama sepeda butut (itu sepeda ibuku ketika beliau masih di bangku smea), dan mulai kelas dua ditemani sepeda biru imut (pemberian bapak karena aku berhasil menjadi juara 1 paralel di skolahku. Hiihii). Kelulusan SMP terasa sedikit menyedihkan (kurang puas dengan juara dua. Hahahaaaa….). Ya, bermodalkan NEM yang paspasan aku mencoba mendaftar di SMA * ****s setelah puter-puter di sekian banyak SMA di daerah sini. Alhamdulillah aku diterima di SMA itu, yang notabene sekolah favorit (kata orang sih gitu….). Setelah diterima di situ pun aku juga harus ikut beberapa tes aneh untuk pendaftaran program ‘akselerasi’. Tes demi tes aku lalui tanpa beban , tanpa kestresan, tanpa keinginan untuk diterima di program yang masih lumayan asing bagiku saat itu,, ga’ terobsesi buat masuk program itu,. Semua ngalir gitu aja. Tak dinyana namaku ada dalam daftar siswa program akselerasi yang ditempel saat pengumuman itu. Setelah speak-speak ma ortu, aku putuskan untuk tidak mengundurkan diri (tanpa berpikir panjang tentang seluk beluk aksel). Akhirnya setelah berikrar di depan ortu dan kepala sekolah aku resmi menjadi ‘cah aksel’. Dan masih dengan kebego’anku, setiap ada orang yang ngasih selamat atau nyindir2 ga’ jelas gitu aku ngrasa aneh gitu, cuma bisa nyengir2 ga’ jelas . ini bukan sesuatu yang amazing menurutku, bukan sesuatu yang membanggakan menurutku, ga’ bangga kan dengan beban yang harus kubawa kesana-kemari. Jadi buat temen-temen, aku masih sama ma kalian kok… (hweeeehee..) . Orang bilang masa yang paling indah adalah masa SMA, tidak begitu berlaku bagiku. Masa SMA emang indah, tapi bukan yang terindah (untuk saat ini). Setelah mencicipi betapa stress nya aku dengan sekolahku, akhirnya aku menyelesaikan soal-soal ujian nasional bersama dengan teman-teman sekelasku dan kakak kelasku. Hanya tinggal menunggu pengumuman kelulusan besok tanggal 13 Juni 2009. Mudah-mudahan yang kuterima kelak adalah yang kuharap kini. Amin. Amin. Amin. (Mohon do’anya….).
[Maaf, banyak sensor, demi kemaslahatan umat.]
Oia…. Sambil nunggu pengumuman aku critain yang lain sekelumit kisahku yang lain ya…
Masa SMA kulalui masih bersama sepeda kijangbimut ku. (NB: bimut = BIru iMUT. Di deket pedal ada tulisan “INNOVA KIJANG”(kebalik ya? Harap maklum, ga’ pake ijin dari pihak yang bersangkutan. Tulisan itu kudapat dari pamanku yang bekerja di pabrik mobil gitu.) iaaa…..aku emang ga’ kaya sebagian besar temen2ku yang merengek-rengek minta motor, sedang aku menolak dibeliin motor ma bapakku. (Ma’ap ya Pak). Ssssttt…… rahasia kecil nih.. ampe saat ini aku belom pernah pake motor sendiri di jalan raya. (jadi muaaluuuu ni ma anak2 SD). Dulu aku pernah berlatih naek motor, pake punyaan kakakku. Bisa sih bisa (saat itu). Tapi lantaran jalan desa (nyalahin jalan), motornya ‘gegriul’ bebatuan gitu. GubraaaakkBrrrrrmmmmm………. (dudulnya aku, udah tau bakal jatoh malah ngeGas). Alhasil tu motor muter2 gitu, tapi aku ga’ papa cuma lecet dikit aja. Lagian, kupikir-pikir aku belom begitu perlu motor kok. Aku masih bisa pake kijangbimut ku, yang bebas polusi, gesit (bisa mblasak-mblasak), irit (bensin mahal siiiiihh, uangnya kan bisa buat bayar utang mamak di warung, hehee.. maap ya mak.), dan yang pasti sekalian olah raga, gitu. Semua ngalir aja… Besok aku kuliah pake apa?? Masih ada bis kan? Kalo bisa sih dapet kossan yang deket, biar bisa pake kijangbimut ato jalan kaki. Plus,, kalo bisa sih ketrima di fakultas yang disini, yang deket rumah gitu (4-5 kilo gitu dari rumah), kan enak tuh… (Ortu juga pengennya kaya’ gitu. Doain ya..)
Tteeettereeeetttt…. (Pergantian topik)
Kisah laennyaa..
Aku punya temen baru. Sebenernya sih ga’ baru, tapi baru-baru ini aku tau kalo dia tu temenku (aneh.). Gini lho..
Aku sering nyebut dia skoli. Ya, Allah mengirimkan dia untuk menemani hari-hariku. Dia datang padaku sejak 2 taun lalu. Awalnya aku cuek-cuek aja. Tapi lama kelamaan aku merasakan kehadirannya sangat mempengaruhi hari-hariku. Dan akhirnya aku mencoba mencari tau tentang dia, dan menceritakannya kepada kedua ortuku. Awal taun 2009 ini aku berkenalan dengannya. Ya, bukan nama yang asing bagiku, mungkin anak SD juga kenal. “Mbak, lihat bagian yang bengkok ini, ini namanya skoliosis. Belum ada obat penyembuhnya, tapi bisa diterapi untuk mencegah bertambahbengkoknya tulang punggung.” Itu yang dikatakan Dokter Agus seusai memeriksa dan melihat hasil rongent ku. Usahaku buat membendung air mata ga’ berhasil. Hukz. (cengeng. Di depan dokter, bapakku, + beberapa orang yang menunggu antrian, untuk sesaat aku lupa kalo aku adalah anak SMA yang berusia 16 taun). Taun baru yang indah. Setelah seharian aku kaya’ orang gila (nangis2 ga’ jelas di kamar, ga’ mau maem, ga’ mau mandi), akhirnya aku dapat menerima si skoli itu jadi temenku. Sekarang aku adalah skolioser (nama gaul buat penderita skoliosis. Keren kan?? Haaha). Sempat aku menjalani terapi akupunktur di Rumah Sakit dimana Dokter Agus praktek (satu-satunya rumah sakit di daerahku yang memberikan layanan akupunktur.) Tapi sekarang udah ga’ terapi lagi (cuma betah delapan kali terapi). Aku juga ga’ tau kenapa ortuku sekarang ga’ pernah lagi membawaku ke tempat terapi, mereka ga’ pernah lagi ngomongin tentang terapiku, aku juga ga’ pernah merengek2 minta terapi lagi. (Ya udah, skoliosis sih skoliosis, tapi ga’ usah lebai gitu. Derajat kurvanya masih ringan kok. Heehe). Sekarang aku rajin cari artikel ato cerita2 tentang skoliosis di internet, aku salut banget ma ceritanya Mbak Hanum yang dengan kekurangannya dia bisa mendapatkan kelebihan. Keren. Ajarin aku kaya’ gitu dong Mbak..) Pengen gabung di MSI, tapi kapan2 aja deh. Oia.. sebagian temen2ku udah tau tentang skoli ku, apa adanya gitu, kalo ditutup2in bisa bikin orang lain kecewa kan? Betul?? Udah ah, capek…
Bersambung…..
Oia.... tement tement, sebenernya tulisan ini udah aku buat beberapa bulan yang lalu, setelah aku tes SM 1 UNY. Tapi maaf, baru bisa diposting sekarang, lupa nyimpen filenya dimana. Hehee.. Ya kapan-kapan disambung lagi dengan ceritaku di perkuliahan UNY. Uke??
Minggu, 25 Oktober 2009
Ketika rasa itu datang menyapaku
Ketika rasa itu datang menyapaku,
Aku bimbang untuk berbuat apa,
Seakan tak ada benteng
Antara benar dan salah,
Antara baik dan buruk,
Dimana logika ini
Tak lagi kumengerti
ujung pangkalnya
.
Ketika rasa itu datang menyapaku,
Haruskah kubalas sapaan itu?
Sekedar tersenyum
Atau berkata suatu apa?
Aku bimbang untuk berbuat apa,
Seakan tak ada benteng
Antara benar dan salah,
Antara baik dan buruk,
Dimana logika ini
Tak lagi kumengerti
ujung pangkalnya
.
Ketika rasa itu datang menyapaku,
Haruskah kubalas sapaan itu?
Sekedar tersenyum
Atau berkata suatu apa?
IAD. Ga' ada matahari?? Pluto bukan planet???!!
PERTANYAAN PERTAMA:
1. Bagaimana kalau tidak ada matahari dalam sistem tatasurya kita?
Rasanya sulit unruk dibayangkan dan dipikirkan lebih dalam oleh otak manusia biasa. Namun itu bukan alasan bagi kita untuk bosan merenungi karya cipta Allah.
Jika ditelaah dari peranan matahari :
a. matahari mempunyai fungsi yang sangat penting bagi bumi. Energi pancaran matahari telah membuat bumi tetap hangat bagi kehidupan, membuat udara dan air di bumi bersirkulasi, tumbuhan bisa berfotosintesis. Coba deh kita berpikir, jika tak ada matahari, akankah ada udara bergerak (sering kita sebut : angin?, akankah jemuran kita kering tanpa angin dan panas? akankah ada hujan,jika air tidak pernah mengalami evaporasi? akankah tumbuh-tumbuhan mampu berfotosintesis dan menyediakan makanan bagi manusia? lalu, akankah kita mampu bertahan hidup tanpa makan? Mungkin pertanyaan itu yang akan muncul mengiringi pertanyaan utama kita. Kemudian jika semua itu saya jawab TIDAK, maka itulah jawaban untuk pertanyaan utama kita. Yang berujung pada : tak akan ada kehidupan di muka bumi.
b. matahari merupakan sumber energi (sinar panas). Energi yang terkandung dalam batu bara dan minyak bumi sebenarnya juga berasal dari matahari. Batu bara dan minyak bumi pada hakekatnya adalah fosil dari tumbuhan yang telah tertimbun pada waktu yang sangat lama. Sebagai tumbuhan, maka karbohidrat dan energi yang disimpan dalam batang (yang kemudian menjadi fosil) tersebut adalah karena adanya sinar matahari yang berperan dalam fotosintesis sehingga menghasilkan karbohidrat tersebut. Lalu, akankah kita mampu melangsungkan kehidupan tanpa sumber energi? akankah ada kemajuan teknologi tanpa ada minyak bumi yang kita sebut sebagai ‘bahan bakar’? Dengan pemikiran polosku sebagai manusia, akan saya katakan
TIDAK. Dan itulah jawabannya.
c. Mengontrol stabilitas peredaran bumi yang juga berarti mengontrol terjadinya siang dan malam, tahun serta mengontrol planet lainnya. Seperti dua poin diatas, pada poin ini juga akan muncul banyak pertanyaan. Akankah kita mampu bertahan hidup tanpa ada cahaya? jika tak ada cahaya, lantas bagaimana kita memfungsikan mata kita? Jika tak ada siang dan malam, akankah ada yang kita gunakan sebagai patokan waktu? Tanpa ada matahari, apa akankah bumi kita berevolusi? Lantas apa yang akan terjadi? Mungkinkah bumi dan semua planet terhenti berotasi dan berevolusi dan terhenti pula kehidupan? Dan, lagi-lagi berujung pada kalimat “tanpa matahari tak kan ada kehidupan”.
Sebelum saya menuliskan pertanyaan-pertanyaan yang lebih ‘aneh’, akan saya ambil kesimpulan :
Menurut saya, jika tak ada matahari dalam tata surya kita, maka segala aktivitas kehidupan akan terganggu. Dan kesemuanya akan berujung pada ‘kehampaan’, maksud saya : tata surya (terutama bumi) akan menjadi hampa, bisu, tak ada kehidupan seperti sekarang ini.
Maaf, dengan penuh rasa hormat, jawaban saya sertai jawaban pokok dari semua pertanyaan, yaitu Wallahualam. Hanya Allah yang tahu persis bagaimana jika Dia tak menciptakan matahari. Dan jika Allah menciptakan manusia, Dia Yang Ar-Rahman Ar-Rahim tak kan membiarkan kita hidup dalam kehampaan, mungkin jika Dia tak menciptakan matahari Dia akan menciptakan benda lain sebagai bengganti matahari.
PERTANYAAN KEDUA:
2. Mengapa pluto tidak dimasukkan sebagai planet dalam tata surya kita?
planet Pluto ditemukan pada 18 februari 1930 oleh ahli astronomi amrik, Clyde W. Tombaugh,dan pluto terdaftar sebagai planet terluar dalam sistem tata surya kita. Namun Status Pluto sebagai planet terluat di system tata surya sudah mulai dicopot. Alasannya, pluto tidak memenuhi persyaratan planet, antara lain:
a. Obyek harus mengorbit matahari
Dalam hal ini, pluto tidak melanggar syarat. Pluto mengorbit matahari. Namun ada yang aneh dengan lintas orbit plito, bidang orbitnya sangat menyimpang (inklinasinya 17 derajat) dari bidang orbit rata-rata planet (inklinasi rata-rata 2 derajat). Lintasan orbitnya pun yang paling lonjong.
b. Obyek harus sedemikian massif sehingga memiliki gaya gravitasi sendiri.
Pluto terdiri dari batuan dan es. Diperkirakan komposisinya terdiri dari 70 persen batuan dan 30 persen es air. Atmosfernya sangat tipis terdiri dari nitrogen, karbon monoksida, dan metan yang hampir selalu berupa gas beku. Sehingga dapat dikatakan bahwa pluto tidak cukup massif untuk memenuhi persyaratan ini.
c. Tidak ada obyek lain di sekitar orbit dari obyek yang dimaksud.
Dalam hal ini pluto jelas menyompang, karena di sekitar orbitnya banyak juga objek sejenis berupa TNO.
Demikian uraian mengenai mengapa pluto tidak dimasukkan sebagai planet.
Terimakasih.
1. Bagaimana kalau tidak ada matahari dalam sistem tatasurya kita?
Rasanya sulit unruk dibayangkan dan dipikirkan lebih dalam oleh otak manusia biasa. Namun itu bukan alasan bagi kita untuk bosan merenungi karya cipta Allah.
Jika ditelaah dari peranan matahari :
a. matahari mempunyai fungsi yang sangat penting bagi bumi. Energi pancaran matahari telah membuat bumi tetap hangat bagi kehidupan, membuat udara dan air di bumi bersirkulasi, tumbuhan bisa berfotosintesis. Coba deh kita berpikir, jika tak ada matahari, akankah ada udara bergerak (sering kita sebut : angin?, akankah jemuran kita kering tanpa angin dan panas? akankah ada hujan,jika air tidak pernah mengalami evaporasi? akankah tumbuh-tumbuhan mampu berfotosintesis dan menyediakan makanan bagi manusia? lalu, akankah kita mampu bertahan hidup tanpa makan? Mungkin pertanyaan itu yang akan muncul mengiringi pertanyaan utama kita. Kemudian jika semua itu saya jawab TIDAK, maka itulah jawaban untuk pertanyaan utama kita. Yang berujung pada : tak akan ada kehidupan di muka bumi.
b. matahari merupakan sumber energi (sinar panas). Energi yang terkandung dalam batu bara dan minyak bumi sebenarnya juga berasal dari matahari. Batu bara dan minyak bumi pada hakekatnya adalah fosil dari tumbuhan yang telah tertimbun pada waktu yang sangat lama. Sebagai tumbuhan, maka karbohidrat dan energi yang disimpan dalam batang (yang kemudian menjadi fosil) tersebut adalah karena adanya sinar matahari yang berperan dalam fotosintesis sehingga menghasilkan karbohidrat tersebut. Lalu, akankah kita mampu melangsungkan kehidupan tanpa sumber energi? akankah ada kemajuan teknologi tanpa ada minyak bumi yang kita sebut sebagai ‘bahan bakar’? Dengan pemikiran polosku sebagai manusia, akan saya katakan
TIDAK. Dan itulah jawabannya.
c. Mengontrol stabilitas peredaran bumi yang juga berarti mengontrol terjadinya siang dan malam, tahun serta mengontrol planet lainnya. Seperti dua poin diatas, pada poin ini juga akan muncul banyak pertanyaan. Akankah kita mampu bertahan hidup tanpa ada cahaya? jika tak ada cahaya, lantas bagaimana kita memfungsikan mata kita? Jika tak ada siang dan malam, akankah ada yang kita gunakan sebagai patokan waktu? Tanpa ada matahari, apa akankah bumi kita berevolusi? Lantas apa yang akan terjadi? Mungkinkah bumi dan semua planet terhenti berotasi dan berevolusi dan terhenti pula kehidupan? Dan, lagi-lagi berujung pada kalimat “tanpa matahari tak kan ada kehidupan”.
Sebelum saya menuliskan pertanyaan-pertanyaan yang lebih ‘aneh’, akan saya ambil kesimpulan :
Menurut saya, jika tak ada matahari dalam tata surya kita, maka segala aktivitas kehidupan akan terganggu. Dan kesemuanya akan berujung pada ‘kehampaan’, maksud saya : tata surya (terutama bumi) akan menjadi hampa, bisu, tak ada kehidupan seperti sekarang ini.
Maaf, dengan penuh rasa hormat, jawaban saya sertai jawaban pokok dari semua pertanyaan, yaitu Wallahualam. Hanya Allah yang tahu persis bagaimana jika Dia tak menciptakan matahari. Dan jika Allah menciptakan manusia, Dia Yang Ar-Rahman Ar-Rahim tak kan membiarkan kita hidup dalam kehampaan, mungkin jika Dia tak menciptakan matahari Dia akan menciptakan benda lain sebagai bengganti matahari.
PERTANYAAN KEDUA:
2. Mengapa pluto tidak dimasukkan sebagai planet dalam tata surya kita?
planet Pluto ditemukan pada 18 februari 1930 oleh ahli astronomi amrik, Clyde W. Tombaugh,dan pluto terdaftar sebagai planet terluar dalam sistem tata surya kita. Namun Status Pluto sebagai planet terluat di system tata surya sudah mulai dicopot. Alasannya, pluto tidak memenuhi persyaratan planet, antara lain:
a. Obyek harus mengorbit matahari
Dalam hal ini, pluto tidak melanggar syarat. Pluto mengorbit matahari. Namun ada yang aneh dengan lintas orbit plito, bidang orbitnya sangat menyimpang (inklinasinya 17 derajat) dari bidang orbit rata-rata planet (inklinasi rata-rata 2 derajat). Lintasan orbitnya pun yang paling lonjong.
b. Obyek harus sedemikian massif sehingga memiliki gaya gravitasi sendiri.
Pluto terdiri dari batuan dan es. Diperkirakan komposisinya terdiri dari 70 persen batuan dan 30 persen es air. Atmosfernya sangat tipis terdiri dari nitrogen, karbon monoksida, dan metan yang hampir selalu berupa gas beku. Sehingga dapat dikatakan bahwa pluto tidak cukup massif untuk memenuhi persyaratan ini.
c. Tidak ada obyek lain di sekitar orbit dari obyek yang dimaksud.
Dalam hal ini pluto jelas menyompang, karena di sekitar orbitnya banyak juga objek sejenis berupa TNO.
Demikian uraian mengenai mengapa pluto tidak dimasukkan sebagai planet.
Terimakasih.
Psikologi Pendidikan. Makalah Konsep Dasar Belajar dan Pembelajaran
BAB I
PENDAHULUAN
Belajar dan pembelajaran merupakan suatu istilah yang tak dapat dipisahkan satu sama lain dalam proses pendidikan. Jika ada proses belajar, maka disitu ada pembelajaran. Dan jika ada pembelajaran berarti disitu ada proses belajar. Begitu seterusnya, saling terkait, tak dapat berdiri sendiri- sendiri.
Perbedaan belajar dan pembelajaran terletak pada penekanannya. Pembahasan masalah belajar lebih menekankan pada siswa dan proses yang menyertai dalam rangkan perubahan tingkah lakunya. Ada pun pembelajaran lebih menekankan pada guru dalam upayanya untuk membuat siswa dapat belajar.
BAB II
KONSEP DASAR BELAJAR
A. Pengertian Belajar
Belajar merupakan suatu proses perubahan tingkah laku sebagai hasil interaksi individu dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Santrock dan Yussen mendefinisikan belajar sebagai perubahan yang relative permanen karena adanya pengalaman. Sedangkan Reber mendefinisikan belajar dalam dua pengertian, yaitu :
• Belajar merupakan proses memperoleh pengetahuan
• Belajar sebagai perubahan kemampuan bereaksi yang relative langgeng sebagai hasil latihan yang diperkuat.
Dapat disimpulkan bahwa belajar merupakan suatu proses memperoleh pengetahuan dan pengalaman dalam wujud perubahan tingkah laku dan kemampuan bereaksi yang relative permanen atau menetap karena adanya interaksi individu dengan lingkungannya.
B. Ciri-ciri Perilaku Belajar
Tingkah laku yang dikategorikan sebagai aktivitas belajar memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Perubahan tingkah laku terjadi secara sadar
Suatu perilaku digolongkan sebagai aktivitas belajar apabila pelaku menyadari terjadinya perubahan tersebut atau merasakan adanya perubahan dalam dirinya.
2. Perubahan bersifat kontinyu dan fungsional
Perubahan yang erjadi berlangsung secara berkesinambungandan tidak statis. Satu perubahan menyababkan perubahan selanjutnya yang akan berguna bagi kehidupan atau proses belajar berikutnya.
3. Perubahan bersifat positif dan aktif
Dikatakan positif apabila perilaku senantiasa bertambah dan tertuju untuk memperoleh sesuatu yang lebih baik dari sebelumnya. Perubahan bersifat aktif berarti bahwa perubahan tidak terjadi dengan sendirinya, melainkan karena karena usaha pelaku sendiri.
4. Perubahan bersifat permanen
Apa yang didapat tidak akan hilang begitu saja, melainkan akan terus dimiliki bahkan semakin berkembang kalau terus dipergunakan atau dilatih.
5. Perubahan dalam belajar bertujuan atau terarah
Perubahan tingkah laku dalam belajar mensyaratkan adanya tujuan yang akan dicapai oleh pelaku belajar terarah kepada perubahan tingkah laku yang benar-benar disadari.
6. Perubahan mencakup seluruh aspek tingkah laku
Jika seseorang belajar sesuatu, sebagai hasilnya ia akan mengalami perubahan tingkah laku secara menyeluruh dalam sikap, keterampilan, pengetahuan, dan sebagainya.
C. Faktor-faktor yang mempengaruhi Belajar
Ada dua faktor yang memepengaruhi belajar, yaitu :
1. Faktor Internal
Faktor Internal adalah faktor yang berada dalam diri individu yang sedang belajar. Faktor internal meliputi :
• Faktor Jasmaniah
Antara lain : kesehatan dan cacat tubuh
• Faktor Psikologis
Antara lain : intelegensi, perhatian, minat, bakat, motif, kematangan, dan kelelahan.
2. Faktor Eksternal
Faktor Eksternal adalah faktor yang berada di luar individu yang sedang belajar. Faktor eksternal meliputi :
• Faktor Keluarga
Antara lain : cara orangtua mendidik, relasi antar anggota keluarga, suasana rumah, keadaan ekonomi keluarga, pengertian orang tua, latar belakang kebudayaan.
• Faktor Sekolah
Antara lain : metode mengajar, kurikulum, relasi antara guru dan siswa, relasi antarsiswa, disiplin sekolah, pelajaran, waktu, standar pelajaran, keadaan gedung, metode belajar, dan tugas rumah.
• Faktor Masyarakat
Antara lain : kegiatan siswa dalam masyarakat, teman bergaul, bentuk kehidupan dalam masyarakat, media massa.
Menurut Muhibbinsyah, faktor yang mempengaruhi belajar ada tiga macam, yaitu:
1. Faktor Internal
Meliputi keadaan jasmani dan rohani siswa.
2. Faktor Eksternal
Meliputi kondisi lingkungan di sekitar siswa.
3. Faktor Pendekatan Belajar
Merupakan jenis upaya yang digunakan siswa untuk melakukan kegiatan mempelajari materi-materi pelajaran. Menurut hasil penelitian Biggs, ada tiga bentuk dasar pendekatan belajar siswa :
• Pendekatan surface (permukaan, bersifat lahiriah)
Kecenderungan belajar siswa karena adanya dorongan dari luar.
• Pendekatan deep (mendalam)
Kecenderungan belajar siswa karena adanya dorongan dari dalam.
• Pendekatan achieving (pencapaian prestasi tinggi)
Kecenderungan belajar siswa karena adanya dorongan untuk mewujudkan ego enhancement yaitu ambisi pribadi yang besar dalam meningkatakan prestasi keakuan dirinya dengan cara meraih prestasi setingg-tingginya.
D. Motivasi Belajar
Biggs dan Telfer menyatakan bahwa ada empat golongan motivasi belajar siswa, antara lain :
1. Motivasi instrumental
Siswa belajar karena didorong oleh adanya hadiah atau menghindari hukuman.
2. Motivasi social
Siswa belajar untuk penyelenggaraan ugas, dlam hal ini keterlibatan siswa pada tugas menonjol.
3. Motivasi berprestasi
Siswa belajar untuk meraih prestasi atau keberhasilan yang telah ditetapkannya.
4. Motivasi instrinsik
Siswa belajar karena keinginannya sendiri.
Motivasi yang tinggi dapat menggiatkan aktivitas belajar siswa. Motivasi yang tinggi tersebut dapat ditemukan dalam sifat dan perilaku siswa, antara lain:
• Adanya kualitas keterlibatan siswa dalam belajar yang sangat tinggi.
• Adanya perasaan dan keterlibatan afektif siswa yang tinggi dalam belajar.
• Adanya upaya siswa untuk senantiasa memelihara atau menjaga agar senantiasa memiliki motivasi belajar yang tinggi.
Keller menyusun seperangkat prinsip-prinsip motivasi yang dapat diterapkan dalam proses belajar mengajar yang disebut sebagai model ARCS. Model ARCS ini merupakan empat kategori kondisi yang harus diperhatikan guru agar proses pembelajaran yang dilakukannya menarik, bermakna, dan memberi tantangan pada siswa. Keempat kondisi tersebut adalah :
• Attention (perhatian)
Pehatian muncul karena didorong adanya rasa ingin tahu. Oleh karena itu rasa ingin tahu perlu mendapat rangsangan sehingga siswa selalalu memberikan perhatian terhadap materi pelajaran yang diberikan.
• Relevance (relevansi)
Relevansi menunjukkan adanya hubungan antar meteri pelajaran dengan kebutuhan dan kondisi siswa.
• Confidence (kepercayaan diri)
Percaya diri merupakan potensi untuk dapat berinteraksi secara positif dengan lingkungan. Bandura mengembagkan konsep ini menjadi konsep self efficacy. Konsep tersebut berhubungan dengan keyakinan pribadi bahwa dirinya memiliki kemampuan untuk melakukan suatu tugas yang menjadi syarat keberhasilan.
• Satisfaction (kepuasan)
Keberhasilan dalam mencapai tujuan akan menghasilkan kepuasan, dan siswa akan semakin termotivasi untuk encapai tujuan yang serupa.
BAB III
KONSEP DASAR PEMBELAJARAN
A. Pengertian Pembelajaran
Pengertian Pembelajaran menurut beberapa ahli :
Menurut Sudjana, pembelajaran merupakan setiap upaya yang dilakukan dengan sengaja oleh pendidikyang dapat menyebabkan peserta didik melakukan kegiatan belajar.
Menurut Gulo, pembelajaran adalah usaha untuk menciptakan sistem lingkungan yang mengoptimalkan kegiatan belajar.
Menurut Nasution, pembelajaran sebagai suatu aktivitas mengorganisasi atau mengatur lingkungan sebaik-baiknya dan menghubungkannya dengan anak didik, sehingga terjadi proses belajar. Yang dimakasud denagan lingkinagna disini adalah runga belajar, guru, alat peraga, perpustakaan, laboratorium, dan sebagainya yang relevan dengan kegiatan belajar siswa.
Biggs membagi konsep pembelajaran dalam tiga pengertian, yaitu :
1. Pengertian Kuantitatif
Penularan pengetahuan dari guru kepada siswa. Guru dituntut untuk menguasai ilmu yang disampaikan kepada siswa, sehingga memberikan hasil yang optimal.
2. Pengertian Institusional
Penataan segala kemampuan mengajar sehingga berjalan effisien. Guru harus selalu siap mengadaptasika berbagai teknik mengajar.
3. Pengertian Kualitatif
Upaya guru untuk memudahkan belajar siswa. Peran guru tidak hanya menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga melibatkan siswa dalam aktivitas belajar yang effektif dan efisien.
Kesimpulannya, pembelajaran merupakan suatu upaya yang dilakukan dengan sengaja olah pendidik untuk menyampaikan ilmu pengetahuan, mengorganisasi dan menciptakan sistem lingkungan dengan berbagai metode sehingga siswa dapat melakukan kegiatan belajar secara efektif dan effisien serta dengan hasil optimal.
B. Metode Pembelajaran
Metode pembelajaran adalah cara yang digunakan dalam proses pembelajaran sehingga diperoleh hasil yang optimal. Adapun berbagai metode pembelajaran yang dapat digunakan pendidik dalam kegiatan pembelajaran, antara lain :
1. Metode Ceramah
Penyampaian materi dari guru kepada siswa dengan melalui bahasa lisan baik verbal maupun nonverbal.
2. Metode Latihan
Penyampaian materi melalui upaya menanaman terhadap kebiasaa-kebiasaan tertentu, sehingga diharapkan siswa dapat menyerap materi secara optimal.
3. Metode Tanya Jawab
Penyajian materi pelajaran melalui bentuk pertanyaan yang harus dijawab oleh anak didik. Bertujuan memotivasi anak mengajukan pertanyaan selama proses pembelajaran atau guru mengajukan pertanyaan dan anak didik menjawab.
4. Metode Karyawisata
Metode penyampaian meteri denagn cara membawa langsung anak didik ke objek di luar kelas atau di lingkungan kehidupan nyata agar siswa dapat mengamati atau mengalami secara langsung.
5. Metode Demonstrasi
Metode pembelajaran dengan cara memperlihatkan suatu proses atau suatu benda yang berkaitan dengan bahan pelajaran.
6. Metode Sosiodrama
Metode pembelajaran yang meberikan kesempatan kepada anak didik untuk melakukan kegiatan memainkan peran tertentu yang terdapat dalam kehidupan sosial.
7. Metode Bermain Peran
Pembelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan anak didik dengan cara anak didik memerankan suatu tokoh, baik okoh hidup maupun mati. Meyode ini mengambangkan penghayatan, tanggung jawab, dan terampil dalam memaknai materi yang dipelajari.
8. Metode Diskusi
Metode pembelajaran melaui pemberian masalah kepada siswa dan siswa diminta memecahkan masalah secara kelompok.
9. Metode Pemberian Tugas dan Resitasi
Metode pemberian tugas dan resitasi merupakan metode pembelajaran melalui pemberian tugas kepada siswa. Resitasi merupakan metode pembelajaran berupa tugas pada siswa untuk melaporkan pelaksanaan tugas yang telah diberikan guru.
10. Metode Eksperimen
Pemberian kepada siswa untuk melakukan percobaan.
11. Metode Proyek
Membahas materi pelajaran ditinjau dari sudut pandang pelajaran lain.
Adapun prinsip dalam pemilihan mettode pembelajaran adalah disesuaikan dengan tujuan, tidak terikat pada suatu alternative, dan penggunaannya bersifat kombinasi. Faktor yang menentukan dipilihnya suatu metode dalam pembelajaran antara lain :
• Tujuan pembelajaran
• Tingkat kematangan anak didik
• Situasi dan kondisi yang ada dalam proses pembelajaran
C. Peran Guru dalam Aktivitas Pembelajaran
Peran guru dalam aktivitas pembelajaran tidak hanya menyampaikan ilmu pengetahuan, tetapi juga memainkan berbagai peran yang bertujuan mengembangkan potensi anak didik secara optimal. Djamarah merumuskan peran guru sebagai berikut:
1. Korektor
Guru menilai dan mengoreksi semua hasil belajar, sikap, tingkah, dan perbuatan siswa baik di sekolah maupun di luar sekolah.
2. Inspirator
Guru memberikan inspirasi kepada siswa mengenai cara belajar yang baik.
3. Informator
Guru memberikan informasi yang baik dan efektif mengenai materi yang telah diprogramkan serta informasi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
4. Organisator
Guru berperan mengelola berbagai kegiatan akademik baik intrakurikuler maupun ekstrakurikuler sehingga tercapai efektivitas dan efisiensi anak didik.
5. Motivator
Guru dituntut untuk dapat mendorong anak didiknya agar senantiasa memiliki motivasi tinggi dan aktif belajar.
6. Inisiator
Guru menjadi pencetus ide-ide kemajuan dalam pendidikan dan pengajaran.
7. Fasilitator
Guru hendaknya dapat hendaknya dapat menyediakan fasilitas yang memungkinan anak didik dapat belajar secara optimal.
8. Pembimbing
Guru memberikan bimbingan kepada anak didiknya dalam menghadapi tantangan maupun kesulitan belajar.
9. Demonstrator
Guru dituntut untuk dapat memperagakan apa yang diajarkan secara didaktis, sehingga anak didik dapat memahami pelajaran secara optimal.
10. Pengelola Kelas
Guru hendaknya dapat mengelola kelas dengan baik, karena kelas adalah tempat berhimpun guru dan siswa.
11. Mediator
Guru dapat berperan sebagai penyedia media dan penengah dalam proses pembelajaran anak didik.
12. Supervisor
Guru hendaknya dapat membantu, memperbaiki, dan menilai secara kritis proses pembelajaran yang dilakukan sehingga dapat optimal.
13. Evaluator
Guru dituntut untuk mampu menilai produk pembelajaran serta proses pembelajaran.
D. Kompetensi Profesionalisme Guru
Barlow berpendapat bahwa kompetensi professional guru adalah kemampuan dan kewewenangan guru dalam menjalankan profesi keguruannya. Guru yang profesional adalah guru yang mamapu melaksanakan tugas keguruannya dengan kemmpuan tinggi sebagai profesi atau sumber kehidupan.
Dalam menjalankan kemampuan profesionalnya, guru dituntut untuk memiliki berbagai kompetensi yang bersifat psikologi, meliputi :
1. Kompetensi Kognitif Guru
Guru hendaknya memiliki kapasitas kognitif tinggi yang menunjang kegiatan pembelajaran yang dilakukannya.Yang dituntun dari kemapuan kognitif adalah fleksibilitas kognitif, yang ditandai dengan adanya keterbukaan guru dalam berpikir dan beradaptasi. Bekal pengetahuan dan ketrampilan yang dibutuhkan untuk menunjang profesinya secara kognitif menurut Muhibbinsyah, meliputi dua hal :
• Ilmu Pengetahuan Kependidikan
Yang dikategorikan ilmu pengetahuan kependidikan antara lain : ilmu pendidikan, psikologi pendidikan, meode pendidikan, metode pembelajaran, teknik evaluasi, dan lain-lain.
• Ilmu Pengetahuan Materi Bidang Studi
Yaitu meliputi semua bidang studi yang akan menjadi keahlian atau pelajaran yang akan diajarkan oleh guru.
2. Kompetensi Afektif Guru
Guru hendaknya memiliki sikap/perasaan yang menunjang proses pembelajaran yang dilakukannya, baik terhadap diri sendiri atau anak didik. Dengan adanya sikap yang baik terhadap anak didik, maka anak didik akan merasa diharagai dan diakui keberadaannya, sehingga memberikan hasil yang optimal. Begitupun dengan adanya keyakinan yang tinggi tentang kemampuan mengajarnya jua]ga mengahasilkan siswa yang memiliki prestasi tinggi.
3. Kompetensi Psikomotor Guru
Kompetensi psikomotor guru merupakan keterampilan yang bersifat jasmaniah yang dibutuhkan oleh guru untuk menunjang kegiatan profesionalnya sebagai guru. Kompetensi ini dibedakan menjadi dua yaitu :
• Keterampilan umum
Meliputi :duduk, berdiri, berjalan, jabat dengan.
• Keterampilan khusus
Secara khusus direfleksikan dalam bentuk keterampilan untuk mengekspresikan diri secara verbal maupun nonverbal.
BAB IV
PENUTUP
Kesimpulan
Istilah belajar dan pembelajaran merupakan suatu istilah yang saling terkait dan tak dapat dipisahkan satu sama lain dalam proses pendidikan.
Belajar merupakan suatu proses memperoleh pengetahuan dan pengalaman dalam wujud perubahan tingkah laku dan kemampuan bereaksi yang relative permanen atau menetap karena adanya interaksi individu dengan lingkungannya.
Tingkah laku yang dikategorikan sebagai aktivitas belajar memiliki ciri-ciri : terjadi secara sadar, kontinyu dan fungsional, positif dan aktif, permanent, bertujuan atau terarah, mencakup seluruh aspek tingkah laku
Pada dasarnya faktor yang mempengaruhi belajar ada dua macam, yaitu faktor internal (jasmani dan rohani) dan faktor eksternal (keluarga, sekolah, masyarakat)
Ada empat golongan motivasi belajar siswa, antara lain : instrumental, social, berprestasi, instrinsik.
Pembelajaran merupakan suatu upaya yang dilakukan dengan sengaja olah pendidik untuk menyampaikan ilmu pengetahuan, mengorganisasi dan menciptakan sistem lingkungan dengan berbagai metode sehingga siswa dapat melakukan kegiatan belajar secara efektif dan effisien serta dengan hasil optimal.
Metode pembelajaran adalah cara yang digunakan dalam proses pembelajaran sehingga diperoleh hasil yang optimal, antara lain : metode ceramah, latihan, tanya jawab, karyawisata demonstrasi, sosiodrama, bermain peran, diskusi, pemberian tugas dan resitasi, eksperimen, proyek
Peran guru antara lain : korektor, inspirator, informator, organisator,motivator, inisiator, fasilitator, pembimbing, demonstrator, pengelola kelas, mediator, supervisor, dan evaluator.
Kompetensi professional guru adalah kemampuan dan kewewenangan guru dalam menjalankan profesi keguruannya, meliputi : kompetensi kognitif, afektif dan psikomotorik.
DAFTAR PUSTAKA
Sugihartono, dkk. Psikologi Pendidikan. 2007. Yogyakarta : UNY Press
PENDAHULUAN
Belajar dan pembelajaran merupakan suatu istilah yang tak dapat dipisahkan satu sama lain dalam proses pendidikan. Jika ada proses belajar, maka disitu ada pembelajaran. Dan jika ada pembelajaran berarti disitu ada proses belajar. Begitu seterusnya, saling terkait, tak dapat berdiri sendiri- sendiri.
Perbedaan belajar dan pembelajaran terletak pada penekanannya. Pembahasan masalah belajar lebih menekankan pada siswa dan proses yang menyertai dalam rangkan perubahan tingkah lakunya. Ada pun pembelajaran lebih menekankan pada guru dalam upayanya untuk membuat siswa dapat belajar.
BAB II
KONSEP DASAR BELAJAR
A. Pengertian Belajar
Belajar merupakan suatu proses perubahan tingkah laku sebagai hasil interaksi individu dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Santrock dan Yussen mendefinisikan belajar sebagai perubahan yang relative permanen karena adanya pengalaman. Sedangkan Reber mendefinisikan belajar dalam dua pengertian, yaitu :
• Belajar merupakan proses memperoleh pengetahuan
• Belajar sebagai perubahan kemampuan bereaksi yang relative langgeng sebagai hasil latihan yang diperkuat.
Dapat disimpulkan bahwa belajar merupakan suatu proses memperoleh pengetahuan dan pengalaman dalam wujud perubahan tingkah laku dan kemampuan bereaksi yang relative permanen atau menetap karena adanya interaksi individu dengan lingkungannya.
B. Ciri-ciri Perilaku Belajar
Tingkah laku yang dikategorikan sebagai aktivitas belajar memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Perubahan tingkah laku terjadi secara sadar
Suatu perilaku digolongkan sebagai aktivitas belajar apabila pelaku menyadari terjadinya perubahan tersebut atau merasakan adanya perubahan dalam dirinya.
2. Perubahan bersifat kontinyu dan fungsional
Perubahan yang erjadi berlangsung secara berkesinambungandan tidak statis. Satu perubahan menyababkan perubahan selanjutnya yang akan berguna bagi kehidupan atau proses belajar berikutnya.
3. Perubahan bersifat positif dan aktif
Dikatakan positif apabila perilaku senantiasa bertambah dan tertuju untuk memperoleh sesuatu yang lebih baik dari sebelumnya. Perubahan bersifat aktif berarti bahwa perubahan tidak terjadi dengan sendirinya, melainkan karena karena usaha pelaku sendiri.
4. Perubahan bersifat permanen
Apa yang didapat tidak akan hilang begitu saja, melainkan akan terus dimiliki bahkan semakin berkembang kalau terus dipergunakan atau dilatih.
5. Perubahan dalam belajar bertujuan atau terarah
Perubahan tingkah laku dalam belajar mensyaratkan adanya tujuan yang akan dicapai oleh pelaku belajar terarah kepada perubahan tingkah laku yang benar-benar disadari.
6. Perubahan mencakup seluruh aspek tingkah laku
Jika seseorang belajar sesuatu, sebagai hasilnya ia akan mengalami perubahan tingkah laku secara menyeluruh dalam sikap, keterampilan, pengetahuan, dan sebagainya.
C. Faktor-faktor yang mempengaruhi Belajar
Ada dua faktor yang memepengaruhi belajar, yaitu :
1. Faktor Internal
Faktor Internal adalah faktor yang berada dalam diri individu yang sedang belajar. Faktor internal meliputi :
• Faktor Jasmaniah
Antara lain : kesehatan dan cacat tubuh
• Faktor Psikologis
Antara lain : intelegensi, perhatian, minat, bakat, motif, kematangan, dan kelelahan.
2. Faktor Eksternal
Faktor Eksternal adalah faktor yang berada di luar individu yang sedang belajar. Faktor eksternal meliputi :
• Faktor Keluarga
Antara lain : cara orangtua mendidik, relasi antar anggota keluarga, suasana rumah, keadaan ekonomi keluarga, pengertian orang tua, latar belakang kebudayaan.
• Faktor Sekolah
Antara lain : metode mengajar, kurikulum, relasi antara guru dan siswa, relasi antarsiswa, disiplin sekolah, pelajaran, waktu, standar pelajaran, keadaan gedung, metode belajar, dan tugas rumah.
• Faktor Masyarakat
Antara lain : kegiatan siswa dalam masyarakat, teman bergaul, bentuk kehidupan dalam masyarakat, media massa.
Menurut Muhibbinsyah, faktor yang mempengaruhi belajar ada tiga macam, yaitu:
1. Faktor Internal
Meliputi keadaan jasmani dan rohani siswa.
2. Faktor Eksternal
Meliputi kondisi lingkungan di sekitar siswa.
3. Faktor Pendekatan Belajar
Merupakan jenis upaya yang digunakan siswa untuk melakukan kegiatan mempelajari materi-materi pelajaran. Menurut hasil penelitian Biggs, ada tiga bentuk dasar pendekatan belajar siswa :
• Pendekatan surface (permukaan, bersifat lahiriah)
Kecenderungan belajar siswa karena adanya dorongan dari luar.
• Pendekatan deep (mendalam)
Kecenderungan belajar siswa karena adanya dorongan dari dalam.
• Pendekatan achieving (pencapaian prestasi tinggi)
Kecenderungan belajar siswa karena adanya dorongan untuk mewujudkan ego enhancement yaitu ambisi pribadi yang besar dalam meningkatakan prestasi keakuan dirinya dengan cara meraih prestasi setingg-tingginya.
D. Motivasi Belajar
Biggs dan Telfer menyatakan bahwa ada empat golongan motivasi belajar siswa, antara lain :
1. Motivasi instrumental
Siswa belajar karena didorong oleh adanya hadiah atau menghindari hukuman.
2. Motivasi social
Siswa belajar untuk penyelenggaraan ugas, dlam hal ini keterlibatan siswa pada tugas menonjol.
3. Motivasi berprestasi
Siswa belajar untuk meraih prestasi atau keberhasilan yang telah ditetapkannya.
4. Motivasi instrinsik
Siswa belajar karena keinginannya sendiri.
Motivasi yang tinggi dapat menggiatkan aktivitas belajar siswa. Motivasi yang tinggi tersebut dapat ditemukan dalam sifat dan perilaku siswa, antara lain:
• Adanya kualitas keterlibatan siswa dalam belajar yang sangat tinggi.
• Adanya perasaan dan keterlibatan afektif siswa yang tinggi dalam belajar.
• Adanya upaya siswa untuk senantiasa memelihara atau menjaga agar senantiasa memiliki motivasi belajar yang tinggi.
Keller menyusun seperangkat prinsip-prinsip motivasi yang dapat diterapkan dalam proses belajar mengajar yang disebut sebagai model ARCS. Model ARCS ini merupakan empat kategori kondisi yang harus diperhatikan guru agar proses pembelajaran yang dilakukannya menarik, bermakna, dan memberi tantangan pada siswa. Keempat kondisi tersebut adalah :
• Attention (perhatian)
Pehatian muncul karena didorong adanya rasa ingin tahu. Oleh karena itu rasa ingin tahu perlu mendapat rangsangan sehingga siswa selalalu memberikan perhatian terhadap materi pelajaran yang diberikan.
• Relevance (relevansi)
Relevansi menunjukkan adanya hubungan antar meteri pelajaran dengan kebutuhan dan kondisi siswa.
• Confidence (kepercayaan diri)
Percaya diri merupakan potensi untuk dapat berinteraksi secara positif dengan lingkungan. Bandura mengembagkan konsep ini menjadi konsep self efficacy. Konsep tersebut berhubungan dengan keyakinan pribadi bahwa dirinya memiliki kemampuan untuk melakukan suatu tugas yang menjadi syarat keberhasilan.
• Satisfaction (kepuasan)
Keberhasilan dalam mencapai tujuan akan menghasilkan kepuasan, dan siswa akan semakin termotivasi untuk encapai tujuan yang serupa.
BAB III
KONSEP DASAR PEMBELAJARAN
A. Pengertian Pembelajaran
Pengertian Pembelajaran menurut beberapa ahli :
Menurut Sudjana, pembelajaran merupakan setiap upaya yang dilakukan dengan sengaja oleh pendidikyang dapat menyebabkan peserta didik melakukan kegiatan belajar.
Menurut Gulo, pembelajaran adalah usaha untuk menciptakan sistem lingkungan yang mengoptimalkan kegiatan belajar.
Menurut Nasution, pembelajaran sebagai suatu aktivitas mengorganisasi atau mengatur lingkungan sebaik-baiknya dan menghubungkannya dengan anak didik, sehingga terjadi proses belajar. Yang dimakasud denagan lingkinagna disini adalah runga belajar, guru, alat peraga, perpustakaan, laboratorium, dan sebagainya yang relevan dengan kegiatan belajar siswa.
Biggs membagi konsep pembelajaran dalam tiga pengertian, yaitu :
1. Pengertian Kuantitatif
Penularan pengetahuan dari guru kepada siswa. Guru dituntut untuk menguasai ilmu yang disampaikan kepada siswa, sehingga memberikan hasil yang optimal.
2. Pengertian Institusional
Penataan segala kemampuan mengajar sehingga berjalan effisien. Guru harus selalu siap mengadaptasika berbagai teknik mengajar.
3. Pengertian Kualitatif
Upaya guru untuk memudahkan belajar siswa. Peran guru tidak hanya menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga melibatkan siswa dalam aktivitas belajar yang effektif dan efisien.
Kesimpulannya, pembelajaran merupakan suatu upaya yang dilakukan dengan sengaja olah pendidik untuk menyampaikan ilmu pengetahuan, mengorganisasi dan menciptakan sistem lingkungan dengan berbagai metode sehingga siswa dapat melakukan kegiatan belajar secara efektif dan effisien serta dengan hasil optimal.
B. Metode Pembelajaran
Metode pembelajaran adalah cara yang digunakan dalam proses pembelajaran sehingga diperoleh hasil yang optimal. Adapun berbagai metode pembelajaran yang dapat digunakan pendidik dalam kegiatan pembelajaran, antara lain :
1. Metode Ceramah
Penyampaian materi dari guru kepada siswa dengan melalui bahasa lisan baik verbal maupun nonverbal.
2. Metode Latihan
Penyampaian materi melalui upaya menanaman terhadap kebiasaa-kebiasaan tertentu, sehingga diharapkan siswa dapat menyerap materi secara optimal.
3. Metode Tanya Jawab
Penyajian materi pelajaran melalui bentuk pertanyaan yang harus dijawab oleh anak didik. Bertujuan memotivasi anak mengajukan pertanyaan selama proses pembelajaran atau guru mengajukan pertanyaan dan anak didik menjawab.
4. Metode Karyawisata
Metode penyampaian meteri denagn cara membawa langsung anak didik ke objek di luar kelas atau di lingkungan kehidupan nyata agar siswa dapat mengamati atau mengalami secara langsung.
5. Metode Demonstrasi
Metode pembelajaran dengan cara memperlihatkan suatu proses atau suatu benda yang berkaitan dengan bahan pelajaran.
6. Metode Sosiodrama
Metode pembelajaran yang meberikan kesempatan kepada anak didik untuk melakukan kegiatan memainkan peran tertentu yang terdapat dalam kehidupan sosial.
7. Metode Bermain Peran
Pembelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan anak didik dengan cara anak didik memerankan suatu tokoh, baik okoh hidup maupun mati. Meyode ini mengambangkan penghayatan, tanggung jawab, dan terampil dalam memaknai materi yang dipelajari.
8. Metode Diskusi
Metode pembelajaran melaui pemberian masalah kepada siswa dan siswa diminta memecahkan masalah secara kelompok.
9. Metode Pemberian Tugas dan Resitasi
Metode pemberian tugas dan resitasi merupakan metode pembelajaran melalui pemberian tugas kepada siswa. Resitasi merupakan metode pembelajaran berupa tugas pada siswa untuk melaporkan pelaksanaan tugas yang telah diberikan guru.
10. Metode Eksperimen
Pemberian kepada siswa untuk melakukan percobaan.
11. Metode Proyek
Membahas materi pelajaran ditinjau dari sudut pandang pelajaran lain.
Adapun prinsip dalam pemilihan mettode pembelajaran adalah disesuaikan dengan tujuan, tidak terikat pada suatu alternative, dan penggunaannya bersifat kombinasi. Faktor yang menentukan dipilihnya suatu metode dalam pembelajaran antara lain :
• Tujuan pembelajaran
• Tingkat kematangan anak didik
• Situasi dan kondisi yang ada dalam proses pembelajaran
C. Peran Guru dalam Aktivitas Pembelajaran
Peran guru dalam aktivitas pembelajaran tidak hanya menyampaikan ilmu pengetahuan, tetapi juga memainkan berbagai peran yang bertujuan mengembangkan potensi anak didik secara optimal. Djamarah merumuskan peran guru sebagai berikut:
1. Korektor
Guru menilai dan mengoreksi semua hasil belajar, sikap, tingkah, dan perbuatan siswa baik di sekolah maupun di luar sekolah.
2. Inspirator
Guru memberikan inspirasi kepada siswa mengenai cara belajar yang baik.
3. Informator
Guru memberikan informasi yang baik dan efektif mengenai materi yang telah diprogramkan serta informasi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
4. Organisator
Guru berperan mengelola berbagai kegiatan akademik baik intrakurikuler maupun ekstrakurikuler sehingga tercapai efektivitas dan efisiensi anak didik.
5. Motivator
Guru dituntut untuk dapat mendorong anak didiknya agar senantiasa memiliki motivasi tinggi dan aktif belajar.
6. Inisiator
Guru menjadi pencetus ide-ide kemajuan dalam pendidikan dan pengajaran.
7. Fasilitator
Guru hendaknya dapat hendaknya dapat menyediakan fasilitas yang memungkinan anak didik dapat belajar secara optimal.
8. Pembimbing
Guru memberikan bimbingan kepada anak didiknya dalam menghadapi tantangan maupun kesulitan belajar.
9. Demonstrator
Guru dituntut untuk dapat memperagakan apa yang diajarkan secara didaktis, sehingga anak didik dapat memahami pelajaran secara optimal.
10. Pengelola Kelas
Guru hendaknya dapat mengelola kelas dengan baik, karena kelas adalah tempat berhimpun guru dan siswa.
11. Mediator
Guru dapat berperan sebagai penyedia media dan penengah dalam proses pembelajaran anak didik.
12. Supervisor
Guru hendaknya dapat membantu, memperbaiki, dan menilai secara kritis proses pembelajaran yang dilakukan sehingga dapat optimal.
13. Evaluator
Guru dituntut untuk mampu menilai produk pembelajaran serta proses pembelajaran.
D. Kompetensi Profesionalisme Guru
Barlow berpendapat bahwa kompetensi professional guru adalah kemampuan dan kewewenangan guru dalam menjalankan profesi keguruannya. Guru yang profesional adalah guru yang mamapu melaksanakan tugas keguruannya dengan kemmpuan tinggi sebagai profesi atau sumber kehidupan.
Dalam menjalankan kemampuan profesionalnya, guru dituntut untuk memiliki berbagai kompetensi yang bersifat psikologi, meliputi :
1. Kompetensi Kognitif Guru
Guru hendaknya memiliki kapasitas kognitif tinggi yang menunjang kegiatan pembelajaran yang dilakukannya.Yang dituntun dari kemapuan kognitif adalah fleksibilitas kognitif, yang ditandai dengan adanya keterbukaan guru dalam berpikir dan beradaptasi. Bekal pengetahuan dan ketrampilan yang dibutuhkan untuk menunjang profesinya secara kognitif menurut Muhibbinsyah, meliputi dua hal :
• Ilmu Pengetahuan Kependidikan
Yang dikategorikan ilmu pengetahuan kependidikan antara lain : ilmu pendidikan, psikologi pendidikan, meode pendidikan, metode pembelajaran, teknik evaluasi, dan lain-lain.
• Ilmu Pengetahuan Materi Bidang Studi
Yaitu meliputi semua bidang studi yang akan menjadi keahlian atau pelajaran yang akan diajarkan oleh guru.
2. Kompetensi Afektif Guru
Guru hendaknya memiliki sikap/perasaan yang menunjang proses pembelajaran yang dilakukannya, baik terhadap diri sendiri atau anak didik. Dengan adanya sikap yang baik terhadap anak didik, maka anak didik akan merasa diharagai dan diakui keberadaannya, sehingga memberikan hasil yang optimal. Begitupun dengan adanya keyakinan yang tinggi tentang kemampuan mengajarnya jua]ga mengahasilkan siswa yang memiliki prestasi tinggi.
3. Kompetensi Psikomotor Guru
Kompetensi psikomotor guru merupakan keterampilan yang bersifat jasmaniah yang dibutuhkan oleh guru untuk menunjang kegiatan profesionalnya sebagai guru. Kompetensi ini dibedakan menjadi dua yaitu :
• Keterampilan umum
Meliputi :duduk, berdiri, berjalan, jabat dengan.
• Keterampilan khusus
Secara khusus direfleksikan dalam bentuk keterampilan untuk mengekspresikan diri secara verbal maupun nonverbal.
BAB IV
PENUTUP
Kesimpulan
Istilah belajar dan pembelajaran merupakan suatu istilah yang saling terkait dan tak dapat dipisahkan satu sama lain dalam proses pendidikan.
Belajar merupakan suatu proses memperoleh pengetahuan dan pengalaman dalam wujud perubahan tingkah laku dan kemampuan bereaksi yang relative permanen atau menetap karena adanya interaksi individu dengan lingkungannya.
Tingkah laku yang dikategorikan sebagai aktivitas belajar memiliki ciri-ciri : terjadi secara sadar, kontinyu dan fungsional, positif dan aktif, permanent, bertujuan atau terarah, mencakup seluruh aspek tingkah laku
Pada dasarnya faktor yang mempengaruhi belajar ada dua macam, yaitu faktor internal (jasmani dan rohani) dan faktor eksternal (keluarga, sekolah, masyarakat)
Ada empat golongan motivasi belajar siswa, antara lain : instrumental, social, berprestasi, instrinsik.
Pembelajaran merupakan suatu upaya yang dilakukan dengan sengaja olah pendidik untuk menyampaikan ilmu pengetahuan, mengorganisasi dan menciptakan sistem lingkungan dengan berbagai metode sehingga siswa dapat melakukan kegiatan belajar secara efektif dan effisien serta dengan hasil optimal.
Metode pembelajaran adalah cara yang digunakan dalam proses pembelajaran sehingga diperoleh hasil yang optimal, antara lain : metode ceramah, latihan, tanya jawab, karyawisata demonstrasi, sosiodrama, bermain peran, diskusi, pemberian tugas dan resitasi, eksperimen, proyek
Peran guru antara lain : korektor, inspirator, informator, organisator,motivator, inisiator, fasilitator, pembimbing, demonstrator, pengelola kelas, mediator, supervisor, dan evaluator.
Kompetensi professional guru adalah kemampuan dan kewewenangan guru dalam menjalankan profesi keguruannya, meliputi : kompetensi kognitif, afektif dan psikomotorik.
DAFTAR PUSTAKA
Sugihartono, dkk. Psikologi Pendidikan. 2007. Yogyakarta : UNY Press
PAI. Hubungan Islam, Nasrani dan Yahudi
HUBUNGAN AGAMA ISLAM, NASRANI, DAN YAHUDI
Pengertian Agama
Segi etimologis
“Agama” berasal dari bahasa Sansekerta, a = tidak, dan gama = kacau. Jadi, agama = tidak kacau.
“Agama” dalam bahasa Inggris adalah religion yang berasal dari bahasa Latin “religere”, yang berarti melakukan perbuatan dengan penuh penderitaan atau mati-matian. Atau “religare” yang berarti mengikat menjadi satu.
“Agama” dalam bahasa Arab adalah din dan millah. Din berasal dari kata dana yang berarti cara, adapt istiadat, peraturan, undang-undang, menunggalkan tuhan, pembalasan, nasehat, dan agama. Din bersinonim dengan kata millah.
Segi terminologis
Agama adalah hubungan manusia dengan suatu kekuatan suci yang dianggapnya lebih tinggi untuk dipuja, dimohon pertolongan dalam mengatasi kesulitan hidupnya. (Endang Saefuddin Anshary)
Agama adalah ajaran-ajaran yang diwujudkan Tuhan kepada manusia melalui para rasul-Nya. (Harun Nasution)
Agama adalah suatu peraturan Tuhan yang mendorong jiwa seseorang yang mempunyai akal memegang peraturan dengan kehendaknya sendiri, untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan kebahagiaan di akherat kelak. (Taib Tahir Abdul Muin)
Hubungan Islam, Nasrani, dan Yahudi
Di dunia ini agama dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu :
Agama samawiyah (agama langit atau agama wahyu)
Disebut juga agama tauhid, tauhid = ajaran yang mengakui Allah SWT sebagai Tuhan Yang Maha Esa dengan hukum dasar yang bersumber pada wahyu Allah.Agama samawiyah merupakan agama pertama yang dibawa oleh Nabi Adam as sampai dengan Nabi Muhammad SAW. Agama samawiyah pada prinsipnya adalah Islam, terbukti dalam Al-Quran bahwa nabi/rasul sebelum Nabi Muhammad SAW disebut dengan “Muslim”. Hanya saja sebelum Nabi Muhammad SAW, nama Islam tidak dipopulerkan , karena ruang lingkupnya masih terlalu terbatas, yakni untuk satu golongan.
Nama Agama, selain diambil langsung dari nama Nabi/Rasul yang membawanya, seperti agama Nabi Nuh, agama Nabi Shaleh, dan Agama Nabi Hud, juga diambil dari nama kaum di mana Nabi/Rasul tersebut diutus. Misalnya agama Yahudi berasal dari nama keturunan Nabi Ya’cub yang disebut Yahudi dengan Nabi/Rasul-nya adalah Musa as, Harun as, dan Daud as. Ada juga yang diambil dari nama tempat kelahiran nabi itu sendiri, seperti agama Nasrani yang berasal dari Nazerat yaitu tempat kelahiran Nabi Isa. Agama Nasrani disebut juga Kristen, istilah ini berasal dari Bani Israel yang menyebut Nabi Isa as dengan Yesus Kritus. Agama Nasrani dengan Kitab Injil yang diterima oleh Nabi Isa as merupakan salah satu agama samawiyah yang datangnya dari Allah SWT. Hanya saja telah datang Islam dengan Al-Quran sebagai penyempurna agama-agama sebelumnya.
Agama ardhiyah (agama bumi atau agama budaya)
Disebut agama ardhiyah karena semua konsep ajarannya dari cipta, rasa, karsa manusia. Oleh karena itu, walaupun nama agamanya sama tetapi ada yang berbeda dalam pelaksaan ritualnya, hal ini karena disesuaikan dengan budaya setempat. Agama ini tidak memiliki Nabi/Rasul dan juga Kitab suci yang murni. Kitab sucinya hanyalah rumusan dari para pemimpin atau pendiri agama, kitab itu akan senantiasa berubah dari waktu ke waktu menyesuaikan perkembangan budaya.
Kesimpulan
Ada dua macam agama, yaitu agama samawiyah dan agama ardhiyah.
Islam, Nasrani, dan Yahudi pada mulanya adalah berprinsip pada Islam, namun mengalami perubahan pada perkembangannya, sehingga menjadi agama yang berbeda-beda.
Cuplikan artikel di internet:
Dalam Al-Quran Surah Al-Baqarah (2) Ayat 62 :
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman (Mukmin), dan orang-orang Yahudi, dan orang-orang Nasrani, dan orang-orang Shabi'in, siapa saja (di antara mereka) yang (benar-benar) beriman kepada Allah dan hari kemudian/akhirat, dan beramal saleh (berbuat kebajikan), maka bagi mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka. Dan Tidak ada takut atas mereka dan tidaklah mereka bersedih hati".
Mengenai tafsir ayat tersebut, ada beberapa kelompok pendapat, yaitu :
• Pendapat ke 1
Dengan landasan berfikir bahwa Allah Maha Mengetahui, Maha Kuasa, Maha Adil, dsb. Maka pendapat ke 1 ini menyerahkan sepenuhnya hal itu kepada Allah. Dengan kata lain, menerima dan percaya apa adanya terhadap ayat tsb.
• Pendapat ke 2
Ungkapan "beriman kepada Allah dan hari akhirat", dipahami sebagai "beriman kepada seluruh rukun iman", yang otomatis juga beriman kepada Nabi Muhammad saw. Sehingga ayat tersebut hanya berlaku bagi yang beriman kepada seluruh rukun iman.
• Pendapat ke 3
Ayat itu berlaku untuk orang2 Yahudi, Nasrani, dan Shabi'in, yang kemudian masuk Islam. Maka pahala mereka sebelum masuk Islam tetap dihitung.
• Pendapat ke 4
Ayat itu hanya berlaku untuk orang2 Yahudi, Nasrani, dan Shabi'in, sebelum diturunkannya Al-Quran.
(sumber : http://sekolah.ptkpt.net )
Pengertian Agama
Segi etimologis
“Agama” berasal dari bahasa Sansekerta, a = tidak, dan gama = kacau. Jadi, agama = tidak kacau.
“Agama” dalam bahasa Inggris adalah religion yang berasal dari bahasa Latin “religere”, yang berarti melakukan perbuatan dengan penuh penderitaan atau mati-matian. Atau “religare” yang berarti mengikat menjadi satu.
“Agama” dalam bahasa Arab adalah din dan millah. Din berasal dari kata dana yang berarti cara, adapt istiadat, peraturan, undang-undang, menunggalkan tuhan, pembalasan, nasehat, dan agama. Din bersinonim dengan kata millah.
Segi terminologis
Agama adalah hubungan manusia dengan suatu kekuatan suci yang dianggapnya lebih tinggi untuk dipuja, dimohon pertolongan dalam mengatasi kesulitan hidupnya. (Endang Saefuddin Anshary)
Agama adalah ajaran-ajaran yang diwujudkan Tuhan kepada manusia melalui para rasul-Nya. (Harun Nasution)
Agama adalah suatu peraturan Tuhan yang mendorong jiwa seseorang yang mempunyai akal memegang peraturan dengan kehendaknya sendiri, untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan kebahagiaan di akherat kelak. (Taib Tahir Abdul Muin)
Hubungan Islam, Nasrani, dan Yahudi
Di dunia ini agama dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu :
Agama samawiyah (agama langit atau agama wahyu)
Disebut juga agama tauhid, tauhid = ajaran yang mengakui Allah SWT sebagai Tuhan Yang Maha Esa dengan hukum dasar yang bersumber pada wahyu Allah.Agama samawiyah merupakan agama pertama yang dibawa oleh Nabi Adam as sampai dengan Nabi Muhammad SAW. Agama samawiyah pada prinsipnya adalah Islam, terbukti dalam Al-Quran bahwa nabi/rasul sebelum Nabi Muhammad SAW disebut dengan “Muslim”. Hanya saja sebelum Nabi Muhammad SAW, nama Islam tidak dipopulerkan , karena ruang lingkupnya masih terlalu terbatas, yakni untuk satu golongan.
Nama Agama, selain diambil langsung dari nama Nabi/Rasul yang membawanya, seperti agama Nabi Nuh, agama Nabi Shaleh, dan Agama Nabi Hud, juga diambil dari nama kaum di mana Nabi/Rasul tersebut diutus. Misalnya agama Yahudi berasal dari nama keturunan Nabi Ya’cub yang disebut Yahudi dengan Nabi/Rasul-nya adalah Musa as, Harun as, dan Daud as. Ada juga yang diambil dari nama tempat kelahiran nabi itu sendiri, seperti agama Nasrani yang berasal dari Nazerat yaitu tempat kelahiran Nabi Isa. Agama Nasrani disebut juga Kristen, istilah ini berasal dari Bani Israel yang menyebut Nabi Isa as dengan Yesus Kritus. Agama Nasrani dengan Kitab Injil yang diterima oleh Nabi Isa as merupakan salah satu agama samawiyah yang datangnya dari Allah SWT. Hanya saja telah datang Islam dengan Al-Quran sebagai penyempurna agama-agama sebelumnya.
Agama ardhiyah (agama bumi atau agama budaya)
Disebut agama ardhiyah karena semua konsep ajarannya dari cipta, rasa, karsa manusia. Oleh karena itu, walaupun nama agamanya sama tetapi ada yang berbeda dalam pelaksaan ritualnya, hal ini karena disesuaikan dengan budaya setempat. Agama ini tidak memiliki Nabi/Rasul dan juga Kitab suci yang murni. Kitab sucinya hanyalah rumusan dari para pemimpin atau pendiri agama, kitab itu akan senantiasa berubah dari waktu ke waktu menyesuaikan perkembangan budaya.
Kesimpulan
Ada dua macam agama, yaitu agama samawiyah dan agama ardhiyah.
Islam, Nasrani, dan Yahudi pada mulanya adalah berprinsip pada Islam, namun mengalami perubahan pada perkembangannya, sehingga menjadi agama yang berbeda-beda.
Cuplikan artikel di internet:
Dalam Al-Quran Surah Al-Baqarah (2) Ayat 62 :
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman (Mukmin), dan orang-orang Yahudi, dan orang-orang Nasrani, dan orang-orang Shabi'in, siapa saja (di antara mereka) yang (benar-benar) beriman kepada Allah dan hari kemudian/akhirat, dan beramal saleh (berbuat kebajikan), maka bagi mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka. Dan Tidak ada takut atas mereka dan tidaklah mereka bersedih hati".
Mengenai tafsir ayat tersebut, ada beberapa kelompok pendapat, yaitu :
• Pendapat ke 1
Dengan landasan berfikir bahwa Allah Maha Mengetahui, Maha Kuasa, Maha Adil, dsb. Maka pendapat ke 1 ini menyerahkan sepenuhnya hal itu kepada Allah. Dengan kata lain, menerima dan percaya apa adanya terhadap ayat tsb.
• Pendapat ke 2
Ungkapan "beriman kepada Allah dan hari akhirat", dipahami sebagai "beriman kepada seluruh rukun iman", yang otomatis juga beriman kepada Nabi Muhammad saw. Sehingga ayat tersebut hanya berlaku bagi yang beriman kepada seluruh rukun iman.
• Pendapat ke 3
Ayat itu berlaku untuk orang2 Yahudi, Nasrani, dan Shabi'in, yang kemudian masuk Islam. Maka pahala mereka sebelum masuk Islam tetap dihitung.
• Pendapat ke 4
Ayat itu hanya berlaku untuk orang2 Yahudi, Nasrani, dan Shabi'in, sebelum diturunkannya Al-Quran.
(sumber : http://sekolah.ptkpt.net )
Linguistik umum. Sifat Bahasa
Sifat Hakiki Bahasa
1. Sistematik
Bahasa memiliki dua sistem besar yang juga merupakan bagian inti dari sebuah bahasa, yaitu :
Sistem bunyi
Sistem makna
2. Arbiter
Yang dimaksud dengan arbiter adalah tidak adanya aturan secara khusus, hanya kesepakatan sebuah konvensi.
3. Vokal
Hakikat bahasa yang sebenarnya adalah bunyi yang dihasilkan oleh articulator (alat ucap), sehingga bahasa yang sebenarnya adlah bahasa lisan.
4. Simbol
Bahasa sebagai symbol dapat digunakan secara singkat dan efisien. Simbol atau lambang tersebut pada umumnya memiliki arti tersendiri, menggambarkan apa yang dilambangkan.
5. Mengacu pada Dirinya Sendiri
Bahasa manusia dapat digunakan untuk menyebutkan, menjelaskan atau mendeskripsikan bahasa itu sendiri. Hal ini tidak berlaku pada bahasa binatang, bahasa binatang tidak dapat digunakan untuk menganalisis bahasa mereka sendiri.
6. Komunikasi
Fungsi utama bahasa adalah sebagai sarana komunikasi yang memungkinkan manusia dapat saling berinteraksi.
7. Dinamis
Bahasa bersifat dinamis, terus-menerus mengalami perubahan dan perkembangan. Sifat dinamis bahasa perlu dilakukan oleh bahasa itu sendiri agar dapat menyesuaikan perkembangan zaman, sehingga tidak ditinggal zaman atau mati.
8. Produktif
Dengan unsur-unsur yang jumlahnya terbatas mampu dibuat bahasa yang jumlahnya tak terbatas
9. Konvensional
Semua anggota masyarakat mematuhi konvensi bahasa bahwa lambing tertentu digunakan untuk mewakili konsep tertentu.
10. Bermakna
Bahasa memiliki makna, sesuai dengan fungsi bahasa sebagai sarana komunikasi.
11. Universal
Dapat diterima atau digunakan secara umum atau orang banyak.
1. Sistematik
Bahasa memiliki dua sistem besar yang juga merupakan bagian inti dari sebuah bahasa, yaitu :
Sistem bunyi
Sistem makna
2. Arbiter
Yang dimaksud dengan arbiter adalah tidak adanya aturan secara khusus, hanya kesepakatan sebuah konvensi.
3. Vokal
Hakikat bahasa yang sebenarnya adalah bunyi yang dihasilkan oleh articulator (alat ucap), sehingga bahasa yang sebenarnya adlah bahasa lisan.
4. Simbol
Bahasa sebagai symbol dapat digunakan secara singkat dan efisien. Simbol atau lambang tersebut pada umumnya memiliki arti tersendiri, menggambarkan apa yang dilambangkan.
5. Mengacu pada Dirinya Sendiri
Bahasa manusia dapat digunakan untuk menyebutkan, menjelaskan atau mendeskripsikan bahasa itu sendiri. Hal ini tidak berlaku pada bahasa binatang, bahasa binatang tidak dapat digunakan untuk menganalisis bahasa mereka sendiri.
6. Komunikasi
Fungsi utama bahasa adalah sebagai sarana komunikasi yang memungkinkan manusia dapat saling berinteraksi.
7. Dinamis
Bahasa bersifat dinamis, terus-menerus mengalami perubahan dan perkembangan. Sifat dinamis bahasa perlu dilakukan oleh bahasa itu sendiri agar dapat menyesuaikan perkembangan zaman, sehingga tidak ditinggal zaman atau mati.
8. Produktif
Dengan unsur-unsur yang jumlahnya terbatas mampu dibuat bahasa yang jumlahnya tak terbatas
9. Konvensional
Semua anggota masyarakat mematuhi konvensi bahasa bahwa lambing tertentu digunakan untuk mewakili konsep tertentu.
10. Bermakna
Bahasa memiliki makna, sesuai dengan fungsi bahasa sebagai sarana komunikasi.
11. Universal
Dapat diterima atau digunakan secara umum atau orang banyak.
satelit alam ada berapa??? di tata surya lho..
Apakah satelit itu?
Satelit adalah benda yang mengorbit benda lain dengan periode revolusi dan rotasi tertentu. Satelit mengelilingi matahari dan satelit tidak menghasilkan cahaya sendiri. Satelit tampak bercahaya karena memantulkan cahaya matahari yang jatuh pada permukaannya. Terdapat dua jenis satelit yakni satelit alam dan buatan. Satelit buatan adalah benda buatan manusia yang beredar mengelilingi benda lain misalnya satelit Palapa yang mengelilingi Bumi.Bulan adalah satelit pengiring planet bumi, hampir seluruh planet dalam tata surya memiliki satelit. Berikut adalah jenis dari satelit buatan yang ada saat ini :
1. Satelit astronomi
2. Satelit komunikasi
3. Satelit pengamat Bumi
4. Satelit navigasi
5. Satelit mata-mata
6. Satelit tenaga surya
7. Stasiun angkasa
8. Satelit cuaca
Berapa jumlah satelit alam di tata surya kita??
Setiap planet di tata surya kita memiliki satelit. Ada planet yang hanya mempunyai satu satelit, ada pula planet yang mempuyai lebih dari satu satelit. Jika dijumlahkan, sampai saat ini terdapat 60 satelit dalam tata surya kita. Ada pun rinciannya sebagai berikut :
Satelit-satelit yang dimiliki planet
Nama Planet Jumlah Satelit Nama Satelit
Bumi 1 Bulan
Mars 2 Phobos, Deimos
Jupiter 16 Metis, Andrastea, Amalthea, Thebe, Io, Europa,
Ganymede, Callisto, Leda, Himalia, Lysithea, Elara,
Ananke, Carme, Pasiphane, Sinope
Saturnus 18 1981S1, Atlas, Prometheus, Pandora, Helene, Titan,
Hyperion, Iapetus, Rhea, Phoebe, Janus, Dione,
Telesto, Mimas, Epimetheus, Enceladus, Tethys, Pan.
Uranus 15 Miranda, Titania, Oberon, Cordelia, Ophelia, Bianca,
Cressida, Desdemona, Juliet, Portia, Rosalind,
Belinda, Puck, Ariel, Umbriel
Neptunus 8 Triton, Nereid, 1989N6, 1986N5, 1989N4, 1989N3,
1989N2, 1989N1
Di atas tidak tercantumkan nama planet merkurius dan venus, karena kedua planet tersebut tidak memiliki satelit. Lain halnya dengan Pluto, dalam tabel di atas tidak tercantum nama Pluto karena Pluto bukanlah planet.
Untuk planet-planet raksasa, satelit yang mengitarinya tidak hanya satu. Sistem satelit di planet raksasa ini terdiri dari satelit berukuran besar dan menengah, bulan berukuran kecil disertai cincin yang terdiri dari bongkahan batu dan debu berukuran sebesar rumah sampai dengan butiran bedak. Satelit pada planet raksasa memiliki ukuran yang cukup besar dan hampir sebanding bahkan lebih besar dari Bulan. Di antaranya adalah, keempat satelit Galilean, Titan dan Triton. Yang menarik 6 satelit berukuran menengah di Saturnus dan 5 satelit Uranus ternyata cukup masif sehingga bisa mencapai kesetimbangan hidrostatik. Sedangkan satelit yang kecil bergerak mengitari planet pada jarak yang sangat dekat, sementara satelit mayor kecuali Triton bergerak mengelilingi planet dengan gerak prograde (searah dengan arah rotasi Planet) dekat dengan bidang ekuatorial planet. Satelit kecil yang mengorbit planet pada jarak dekat juga memiliki inklinasi rendah dan eksentrisitas orbit yang rendah pula. Berbeda dengan satelit kecil yang mengitari planet di luar sistem satelit utama. Satelit-satelit tersebut umumnya memiliki sudut inklinasi dan eksentrisitas orbit yang besar.
Namun, darimanakah satelit-satelit ini berasal? Satelit alam yang mengorbit dekat dengan planet dalam gerak prograde diyakini terbentuk dari materi runtuhan piringan protoplanet yang membentuk menjadi sebuah objek yang kemudian mengorbit objek induknya. Di pihak lain, satelit yang bergerak tidak teratur atau yang biasanya mengorbit pada jarak yang jauh dengan orbit retrograde diperkirakan merupakan asteroid yang terperangkap dalam orbit planet yang kemudian terpecah akibat tabrakan. Di Neptunus, Triton meskipun memiliki ukuran yang cukup besar dan berada pada jarak yang dekat dengan planet, ia justru diperkirakan merupakan planet katai yang tertangkap oleh orbit Neptunus.
Di antara satelit-satelit tersebut, Bumi yang memiliki satelit cukup besar, yakni Bulan yang massanya sekitar 1% massa Bumi dan Charon yang memiliki massa 10% Kedua satelit ini bisa dikatakan cukup berbeda, karena diyakini keduanya berasal dari tabrakan besar yang terjadi di Bumi dan Pluto di masa awal pembentukan Tata Surya. Namun Pluto sekarang bukan lagi menjadi planet tata surya kita.
Satelit adalah benda yang mengorbit benda lain dengan periode revolusi dan rotasi tertentu. Satelit mengelilingi matahari dan satelit tidak menghasilkan cahaya sendiri. Satelit tampak bercahaya karena memantulkan cahaya matahari yang jatuh pada permukaannya. Terdapat dua jenis satelit yakni satelit alam dan buatan. Satelit buatan adalah benda buatan manusia yang beredar mengelilingi benda lain misalnya satelit Palapa yang mengelilingi Bumi.Bulan adalah satelit pengiring planet bumi, hampir seluruh planet dalam tata surya memiliki satelit. Berikut adalah jenis dari satelit buatan yang ada saat ini :
1. Satelit astronomi
2. Satelit komunikasi
3. Satelit pengamat Bumi
4. Satelit navigasi
5. Satelit mata-mata
6. Satelit tenaga surya
7. Stasiun angkasa
8. Satelit cuaca
Berapa jumlah satelit alam di tata surya kita??
Setiap planet di tata surya kita memiliki satelit. Ada planet yang hanya mempunyai satu satelit, ada pula planet yang mempuyai lebih dari satu satelit. Jika dijumlahkan, sampai saat ini terdapat 60 satelit dalam tata surya kita. Ada pun rinciannya sebagai berikut :
Satelit-satelit yang dimiliki planet
Nama Planet Jumlah Satelit Nama Satelit
Bumi 1 Bulan
Mars 2 Phobos, Deimos
Jupiter 16 Metis, Andrastea, Amalthea, Thebe, Io, Europa,
Ganymede, Callisto, Leda, Himalia, Lysithea, Elara,
Ananke, Carme, Pasiphane, Sinope
Saturnus 18 1981S1, Atlas, Prometheus, Pandora, Helene, Titan,
Hyperion, Iapetus, Rhea, Phoebe, Janus, Dione,
Telesto, Mimas, Epimetheus, Enceladus, Tethys, Pan.
Uranus 15 Miranda, Titania, Oberon, Cordelia, Ophelia, Bianca,
Cressida, Desdemona, Juliet, Portia, Rosalind,
Belinda, Puck, Ariel, Umbriel
Neptunus 8 Triton, Nereid, 1989N6, 1986N5, 1989N4, 1989N3,
1989N2, 1989N1
Di atas tidak tercantumkan nama planet merkurius dan venus, karena kedua planet tersebut tidak memiliki satelit. Lain halnya dengan Pluto, dalam tabel di atas tidak tercantum nama Pluto karena Pluto bukanlah planet.
Untuk planet-planet raksasa, satelit yang mengitarinya tidak hanya satu. Sistem satelit di planet raksasa ini terdiri dari satelit berukuran besar dan menengah, bulan berukuran kecil disertai cincin yang terdiri dari bongkahan batu dan debu berukuran sebesar rumah sampai dengan butiran bedak. Satelit pada planet raksasa memiliki ukuran yang cukup besar dan hampir sebanding bahkan lebih besar dari Bulan. Di antaranya adalah, keempat satelit Galilean, Titan dan Triton. Yang menarik 6 satelit berukuran menengah di Saturnus dan 5 satelit Uranus ternyata cukup masif sehingga bisa mencapai kesetimbangan hidrostatik. Sedangkan satelit yang kecil bergerak mengitari planet pada jarak yang sangat dekat, sementara satelit mayor kecuali Triton bergerak mengelilingi planet dengan gerak prograde (searah dengan arah rotasi Planet) dekat dengan bidang ekuatorial planet. Satelit kecil yang mengorbit planet pada jarak dekat juga memiliki inklinasi rendah dan eksentrisitas orbit yang rendah pula. Berbeda dengan satelit kecil yang mengitari planet di luar sistem satelit utama. Satelit-satelit tersebut umumnya memiliki sudut inklinasi dan eksentrisitas orbit yang besar.
Namun, darimanakah satelit-satelit ini berasal? Satelit alam yang mengorbit dekat dengan planet dalam gerak prograde diyakini terbentuk dari materi runtuhan piringan protoplanet yang membentuk menjadi sebuah objek yang kemudian mengorbit objek induknya. Di pihak lain, satelit yang bergerak tidak teratur atau yang biasanya mengorbit pada jarak yang jauh dengan orbit retrograde diperkirakan merupakan asteroid yang terperangkap dalam orbit planet yang kemudian terpecah akibat tabrakan. Di Neptunus, Triton meskipun memiliki ukuran yang cukup besar dan berada pada jarak yang dekat dengan planet, ia justru diperkirakan merupakan planet katai yang tertangkap oleh orbit Neptunus.
Di antara satelit-satelit tersebut, Bumi yang memiliki satelit cukup besar, yakni Bulan yang massanya sekitar 1% massa Bumi dan Charon yang memiliki massa 10% Kedua satelit ini bisa dikatakan cukup berbeda, karena diyakini keduanya berasal dari tabrakan besar yang terjadi di Bumi dan Pluto di masa awal pembentukan Tata Surya. Namun Pluto sekarang bukan lagi menjadi planet tata surya kita.
Langganan:
Postingan (Atom)